TANGERANG-Memasuki musim pancaroba, masyarakat mulai dihantui penyakit DBD. Apalagi, kini penyakit yang berasal dari nyamuk Aides Aigepty telah menjangkiti warga di Kota Tangerang.
Seperti di Perumahan Bugel Mas Indah RW 06, Kecamatan Karawaci. Di wilayah ini sudah ada tujuh orang yang terserang DBD. Demikian diungkapkan oleh ketua RW 06, Hendra Gunawan. “Jumlah itu dari bulan Februari sampai yang terakhir Minggu kemarin,” ujarnya, Selasa (20/4).
Beruntung, masyarakat yang terserang DBD tersebut dapat terselamatkan. Mereka pulih setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama seminggu. “Rata-rata seminggu dirawat. Alhamdulilah tidak ada yang kritis. Semuanya sudah pulih,” katanya
Ia mengatakan, sejak saat itu pun warganya gencar melakukan pencegahan penularan DBD. Seperti dari kerja bakti membersikan lingkungan kotor yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Kemudian fogging. Namun untuk fogging tidak dilakukan rutin lantaran keterbatasan anggaran.
“Di sini juga ada kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang rutin memantau setiap rumah teruama yang pada bak penampungan air. Karena riskan kalo tidak dibersihkan akan menjadi sarang jentik. Nah kan jentik ini yang jadi nyamuk,” tuturnya.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Indri Bevy menerangkan, untuk pencegahan DBD harus dilakukan langsung oleh masyarakat. Khususnya melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) DBD. “Penyebabnya kan nyamuk. Bagaimana agar nyamuk itu tidak berkembang biak dengan PSN DBD tadi,” ungkapnya.
PSN DBD yakni program untuk memberantas jentik dan nyamuk. Yaitu dengan cara membersikan tempat penampungan air seminggu sekali dan menutupinya serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas.
Selanjutnya terdapat program satu rumah satu Jumantik. Jadi setiap rumah terdapat satu orang yang mejadi pemantau jentik nyamuk. Dinkes pun kata Bevy telah melakukan pelatihan dan penyuluhan terkait hal ini kepada kelurahan, puskesmas dan RT RW. “Kita pernah melatih dan itu di rumah masing masing. Kalo di rumah sismantik siswa pemantau jentik,” bebernya.
Sementara, untuk fogging, bukan menjadi solusi memberantas penyakit tersebut. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Sementara tidak pada jentiknya. Solusinya 3 M plus yakni menguras, menutup dan mengubur.(ifn/mde/cmb/bnn)
















Komentar