oleh

Capaian Vaksinasi Bagi Lansia di Tangsel Masih Terendah, Ini Sebabnya

PAMULANG, Pemerintah Kota Tangerang Selatan kini masih menggenjot capaian vaksinasi guna menyudahi pandemi Covid-19, khusus bagi masyarakat yang masuk dalam kategori lanjut usia (lansia). 

Pasalnya, capaian vaksinasi bagi masyarakat lansia masih terbilang rendah dibandingkan dengan kelompok target lainnya. 

Untuk keseluruhan, capaian vaksinasi dosis pertama di Tangsel kini nyaris sempurna dengan persentase sebesar 99,5 persen. Mayoritas, mulai dari kelompok sasaran tenaga kesehatan, hingga anak telah mencapai di atas 90 persen. Bahkan ada beberapa kelompok yang telah melampaui angka 100 persen. 

Sedangkan untuk dosis kedua, kini telah mencapai 82,1 persen. Rata-rata, capaian vaksinasinya telah melebihi 70 persen dari setiap kelompok sasaran. 

Dari seluruh kelompok sasaran itu, petugas publik menjadi kelompok yang paling tinggi menerima vaksin. Dengan dosis pertamanya sebesar 285,5 persen, dan dosis kedua mencapai 247,8 persen. Sedangkan paling rendah, adalah masyarakat rentan dan umum, serta kelompok lansia. 

Untuk kelompok masyarakat rentan dan umum, memiliki capaian vaksinasi dosis pertama sebesar 71,1 persen, dan kedua 59,2 persen. 

“Untuk lansia 72,9 persen dosis pertama. Kedua 63,4 persen. Ini sudah lewat sih batas,” ujar Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dalam kegiatan vaksinasi di Majelis Ar-Raudhah, Kampung Dhuha, Benda Baru, Pamulang, Tangsel, Senin (21/2/2022). 

Meski begitu, Benyamin mengatakan bahwa capaian vaksinasi bagi lansia ini tetap harus dikejar. 

Benyamin mengungkapkan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan capaian vaksinasi bagi lansia ini terhambat. Faktor utamanya, adalah kondisi kesehatan masyarakat. 

“Nah lansia ini problemnya banyak yang komorbid. Terutama darah tinggi, kebanyakan itu. Itu yang menyebabkan lansia di bawah yang lain-lain. Kalau yang lain itu ada yang di atas 100 persen,” ungkapnya. 

Untuk itu, berbagai upaya dilakukan olehnya. Mulai dari sistem jemput bola, seperti yang dilakukan oleh masing-masing Puskesmas di setiap wilayah, hingga menyediakan minyak bagi lansia yang menjalani vaksin.

“Intinya untuk meningkatkan kekebalan komunal dengan varian omicron ini. Immunity itu sangat penting,” katanya. 

Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Terutama bagi lansia yang memang tidak dapat divaksin. 

“Saya berharap yang lansia karena komorbid tidak bisa divaksin itu harus tetep patuhi protokol kesehatan. Karena yang sudah divaksin pun saya minta masker dan tidak berkerumun untuk tidak ditinggalkan. Bukan berarti sudah vaksin kedua atau booster tidak akan terkena virus Corona. Mungkin terkena, tapi derajatnya akan turun yang tadi mustinya berat misalnya dia akan ringan,” tandasnya 

Sementara itu selain menggenjot angka capaian vaksinasi bagi lansia, Pemkot Tangsel kini juga tengah menggalakkan program vaksinasi untuk dosis ketiga atau booster. Persentasenya pun kini masih 10 persen untuk seluruh kelompok sasaran. (RMN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya