JAKARTA – Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Group), kemarin. Wali Kota Solo itu menyebut kedatangannya ke dapur redaksi sebagai “mampir” karena kebetulan sedang berada di Jakarta.
“Mohon maaf ini mendadak. Saya penasaran, belum pernah berkunjung ke sini. Jadi ingin mengenal,” katanya.
Gibran datang pukul setengah tiga sore. Tanpa pengawalan. Dan sangat santai. Berbatik dan mengenakan sneakers warna hitam.
Gibran malah banyak ditanya-tanya soal politik selama ngobrol dengan redaksi. Ada pertanyaan yang tajam-tajam.
Misalnya, bagaimana peluang Pak Ganjar Pranowo itu nyapres? Ada juga pertanyaan: Mas Gibran ini kenal dekat, baik dengan Mbak Puan Maharani juga dengan Pak Ganjar Pranowo. Bagaimana dan seperti apa hubungan dan komunikasi Mas Gibran dengan keduanya?
Putra pertama Jokowi itu mengatakan, “Pak Ganjar dan Ibu Puan itu atasan saya. Saya dekat dengan beliau berdua. Kalau Gubernur ke Solo, saya dampingi. Kalau Ketua DPR ke Solo, ya saja juga mendampingi. Semuanya saya dampingi. Saya jemput. Bahkan pulang pun saya antar. Sampai masuk pesawat dan take off. Bahkan saya pantau juga pesawatnya, untuk memastikan mereka sampai ke tujuan dengan selamat,” jawabnya.
Kata Gibran, Pak Ganjar dan Ibu Puan, semuanya baik. “Kalau soal Pak Ganjar nyapres, itu urusannya senior-senior. Saya anak bawang saja,” ujarnya.
Apakah Mas Gibran berminat nyalon gubernur? Di Jateng atau DKI? Menjawab ini, gaya Gibran merespons mirip dengan ayahnya.
“Saya belum mikir. Tahun 2024 masih lama. Nanti sajalah soal itu,” katanya.
Sekarang ini, fokus mengurus Solo dulu. Akibat pandemi Covid sekitar dua tahunan, semua kepala daerah mendapatkan tantangan berat. Sehingga jabatan yang lima tahun itu, sebetulnya efektif kerjanya hanya tiga tahun saja.
“Dulu Pak Jokowi juga sering jawab nggak mikir, nggak mikir, kalau ditanya soal pencalonan gubernur atau pencapresan tapi jadi,” ujat Pemimpin Redaksi Rakyat Merdeka, Riky Handayani.
Gibran merespons. “Ya, nanti orang yang akan menilai kok.”
Direktur Utama Rakyat Merdeka, Kiki Iswara Darmayana menimpali, di mana pun Mas Gibran nanti bertugas, diharapkan bekerja dengan baik dan mendapatkan dukungan dari masyarakat.
“Rakyat Merdeka menantikan kiprah Mas Gibran selanjutnya. Entah itu akan ke Jawa Tengah atau ke Ibu Kota,” kata Kiki.
Sebagai wali kota yang juga anak Presiden, ternyata Gibran tidak bisa intens berkomunikasi atau langsung menelpon ayahnya kapan saja.
“Nggak bisa seenaknya tiap hari menelpon (Pak Jokowi). Tetap harus melalui ajudan, protokol. Kadang juga Presiden nggak bisa dihubungi. Dan tidak punya nomor jalur khusus,” katanya.
Malahan, Gibran bilang, dalam soal komunikasi, lebih sakti putra Jan Ethes Sri Narendra ketimbang dia.
“Lebih sakti cucu daripada bapaknya. Jan Ethes lebih sering menelpon Mbahnya,” kata Gibran.
Jan Ethes, saat ini berusia lima tahun, malah bisa langsung menelpon dan video call sendiri ke Mbah Jokowi.
“Sekarang, anak saya bisa menelepon dan pegang telepon sendiri karena belajar pun online,” tambahnya.
Tentang tantangan mengurusi Solo, Gibran menceritakan, awal menjabat, pertumbuhan ekonomi wilayahnya minus 1,74. Banyak bertambah pengangguran, imbas pandemi. Setahun berlalu, saat ini, pertumbuhan sudah 4 persen.
“Targetnya, bisa melejit di tahun ini ke angka 5 persen. Inflasi cukup baik,” katanya.
Bulan Juni nanti, sejumlah UMKM di Solo akan diundang ke Paris. Memamerkan produk-produk unggulan dari Solo. Bukan hanya itu, acara di Paris nanti juga akan digelar cukup besar. Salah satu jalan protokol di Paris, kabarnya akan ditutup demi kegiatan tersebut. Penyanyi Indonesia yang menetap di Paris, Anggun Cipta Sasmi, akan ikut bernyanyi dan memeriahkan event itu.
Banyak sekali program di Solo yang mendapatkan dukungan dari kementerian dan BUMN.
“Hampir semua menteri, bahkan datang dan merapat ke Solo. Ini kenapa?” tanya seorang wartawan Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Group)
Kata Gibran, menteri berkunjung ke banyak daerah, bukan hanya ke Solo. Tapi mungkin saja, karena pemberitaan dan makan siangnya di Solo, jadi lebih banyak exposure-nya.
“Apakah menteri yang datang di Solo merasa dapat jaminan nggak akan di-reshuffle ya?” tanya wartawan Rakyat Merdeka, lagi ((Tangsel Pos Group)
Gibran ketawa. “Yang performance-nya baik, kan nggak mungkin di-reshuffle,” respons dia.
Banyak yang mendukung. Tapi banyak juga yang nyinyir. Bahkan, yang nyinyir itu bukan sekarang saja. Sejak sebelum menjabat wali kota pun, sering dinyinyirin.
Kata Gibran, yang nyinyir ya nggak usah ditanggapi.
“Malahan, ada yang laporkan saya ke KPK atau soal bansos. Ya dibuktikan saja. Tapi, sampai sekarang kan malah tidak ada follow up-nya. Sudah saya klarifikasi, semuanya clear,” jawabnya. (AY)
Artikel telah tayang di rm.id
















Komentar