oleh

Ketika Alam Dan Manusia Tidak Bersinergi (2)

JAKARTA – Nabi Muhammad sendiri, selain dike­nal sebagai nabi, rasul dan kepala pemerintahan, juga ia menonjol sebagai tabib untuk menyem­buhkan orang-orang sakit. Dalam kitab Al-Thibb al-Na­bawiy (Pengobatan ala Nabi), dapat diketahui bagaimana terampilnya Nabi mengupayakan pe­nyembuhan terhadap berbagai jenis “pasien” yang dihadapinya.

Yang lebih menarik dari buku itu, Nabi mengkom­binasikan antara ramu-ramuan, doa dan gerakan-gerakan tertentu, yang di antaranya mirip dengan cara penyem­buhan ala Reiki.

Al-Qur’an sebagai kitab suci spiritual umat Islam dijadikan tuntunan dalam upaya menciptakan holistic healing oleh para praktisi kesehatan dalam lintasan sejarah umat Islam. Al-Qur’an sendiri mengklaim dirinya sebagai “penyem­buh” bagi orang yang percaya: Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain keru­gian.

(Q.S. Al-Isra’/17:82Penyembuhan alternatif di luar me­tode konvensional ilmu kedokteran tentu dibutuhkan konsentrasi feminine, yang sesungguhnya hal ini bisa diasso­siasikan dengan ketulusan, keikhlasan, kekhusyukan, dan tawakkal penuh kepada Allah Swt. Agama dan dan kearifan local (local intelligent) bisa.

Ini semua mengisyaratkan kepada kita bahwa semestinya alam semesta tidak diperhadapkan satu sama lain apalagi menjadikannya alam ini korban, oleh kepentingan subyektifitas janka pendek seseorang atau suatu kelompok.

Alam raya seharusnya dipadukan menjadi suatu entitas khusus yang amat diharapkan keutuhannya untuk mem­beri dukungan kepada manusia memi­kul tanggungjawabnya. Sesungguhnya alam ini diciptakan Tuhan dengan simetris, sehingga kecelakaan akan terjadi bagi manusia.

Tidak ada ciptaan Tuhan yang sia-sia, sebagaimana dituliskan dalam Al-Qur’an: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbar­ing dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):

“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka pelihar­alah kami dari siksa neraka. (Q.S. Ali ‘Imran/3:191).

Artikel telah tayang di rm.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya