PANDEGLANG – Iik Sasmita (35), saksi mata yang melihat Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pandeglang, Taufik Hidayat yang diduga merobek bendera merah putih di SDN 7 Pandeglang, Selasa (15/3/2022) lalu, diminta untuk menarik kembali pernyataannya yang disampaikan kepada wartawan.
Sejumlah pihak diduga aktif untuk mengarahkan Iik agar kembali menarik pernyataannya mulai dari anggota polisi dan Sukron, ajudan Taufik Hidayat. Selain menarik pernyataan, Iik juga diminta untuk memohon maaf kepada Taufik Hidayat.
Bahkan video pernyataan Iik yang didampingi Tata, guru olahraga juga beredar di kalangan wartawan. Dalam video berdurasi 01.01 itu Iik mengaku, dipandu oleh anggota polisi untuk mengubah pernyataan terkait kasus dugaan pengrobekan bendera oleh Taufik Hidayat.
“Setelah wartawan datang pagi harinya, ada dua orang polisi datang siangnya (setelah waktu salat Jumat, red). Saya dimintai keterangan dan diarahkan untuk mengubah pernyataan soal perobekan bendera,” ungkap Iik, kepada Tangsel Pos, Minggu (20/3/2022) siang.
Dirinya juga diminta untuk menulis pernyataan di atas kertas yang bahasanya dipandu oleh polisi. Setelah jadi, ia diminta membacanya untuk kemudian diambil video oleh anggota polisi. Tulisan itu kata Iik, dijadikan panduan untuk menyampaikan pernyataan seperti yang diminta anggota polisi.
“Kata dari yang dari Polres itu (bendera, red) mah bukan dirobek, tapi ketarik. Makanya saya diminta untuk membuat pernyataan lagi,” sambungnya.
Dikatakan Iik, selain dari Polres Pandeglang, dirinya juga didatangi oleh Sukron, ajudan Taufik Hidayat bersama satu rekannya.
Surkon meminta dirinya untuk menyampaikak permohonan maaf atas pernyataannya soal aksi pengrobekan bendera yang diduga dilakukan oleh Taufik.
“Saya diminta mohon maaf ke Pak Kadis bahwa pernyataan saya itu salah. Orang itu datang sebelum Dzuhur, sebentar doang. Setelah itu langsung pulang,” ujar Iik.
Dihubungi wartawan, Kasat Intelkam Polres Pandeglang, AKP Selli mengatakan, dirinya menginstruksikan dua anggotanya untuk mencari mencari kebenaran atas peristiwa di SDN 7 Pandeglang.
“Saya hanya memerintahkan pulbaket kebenaran terkait kejadian itu, tidak memerintahkan yang lain. Tidak tahu soal adanya video itu (pengarahan saksi, red),” singkatnya.(rie)
















Komentar