MANDALIKA – Hari ini, MotoGP seri kedua, di tahun 2022, digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB. Presiden Jokowi dijadwalkan akan membuka balapan motor dengan kasta tertinggi di dunia itu. Siapa yang akan mengangkat tropi sebagai pembalap tercepat di sirkuit yang bikin Indonesia bangga, dan dipuji dunia ini? Kita pasti penasaran, warga dunia lain juga pasti penasaran dan akan pasang mata ke sini.
Euforia MotoGP di Indonesia mulai terasa sejak tes pramusim, 11-13 Februari 2022 lalu. Kehadiran pembalap MotoGP ke Mandalika membuat rakyat Indonesia bangga. Kehadiran para pembalap itu sempat jadi trending topic.
Euforia kembali terasa sejak 20 pembalap MotoGP diundang Jokowi ke Istana, lalu konvoi di jalanan Ibu Kota, Rabu lalu. Saat itu, ribuan orang tumplek di jalanan menyambut Marquez Cs mengaspal.
Perasaan gembira publik ini bisa dimaklumi. MotoGP yang akan digelar hari ini adalah yang pertama kalinya sejak 1997. Saat itu, Indonesia terakhir kali menjadi tuan rumah balapan Grand Prix, yang saat itu digelar di sirkuit Sentul, Bogor.
Di Lombok, euforia MotoGP itu, makin terasa. Atmospir MotoGP sudah terasa begitu menginjakkan kaki di Bandara Internasional Lombok. Sejumlah lukisan dan karya seni bertajuk MotoGP terpasang di sepanjang jalan menuju pintu keluar.
Di dekat pintu keluar, berdiri stand penjual marchandise resmi MotoGP. Stand ini ramai diserbu pengunjung yang baru datang. Mereka membeli kaos, topi dan berbagai aksesoris yang mungkin akan digunakan saat menonton balapan.
Mendekati sirkuit Mandalika, euforianya lebih gila. Lalu lintas di sekitar sirkuit yang biasanya sepi, sudah ramai sejak rangkaian balapan MotoGP dimulai Jumat lalu.
Area sekitar sirkuit yang awalnya gersang dan sepi pun sudah menunjukkan kehidupan. Kios dan toko mulai berdiri di sana-sini. Pedagang asongan ramai berkeliaran. Menunjukkan kegiatan ekonomi bergerak.
Kemarin, suasana di sirkuit Mandalika sudah bertambah ramai jelang siang hari, meskipun baru free pratice.
Penonton sudah mulai memenuhi tribun. Salah satu penonton yang hadir adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Politisi PDIP itu menonton di tribun biasa, bukan VVIP. Tak ayal, kehadiran orang nomor 1 di Jateng itu, jadi sasaran selfie penonton.
Sebelum menyaksikan Marquez mengaspal, para penonton ini terlihat berfoto ria di tempat-tempat ikonik.
Seperti tulisan “Welcome to Mandalika, dan patung Jokowi yang menunggangi motor, yang berada tepat di sisi kanan pintu masuk utama Sirkuit Mandalika.
Penonton yang akan hadir di puncak gelaran MotoGP hari ini dipastikan lebih ramai lagi. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan, hotel dan guest house yang ada di Lombok, sudah penuh oleh pengunjung yang ingin menonton MotoGP.
Ia sampai-sampai tak kebagian hotel di Lombok dan akhirnya memilih menginap di Gili.
Presiden Jokowi tak mau ketinggalan menyaksikan momen bersejarah ini. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu, dipastikan datang ke Mandalika.
Menurut Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, Jokowi akan membuka balapan MotoGP. Setelah itu, Jokowi akan ke Bali menghadiri Inter-Parliamentary Union (IPU) di Nusa Dua, Bali. “Iya, besok terbang ke Mandalika,” kata Heru, kepada wartawan, kemarin.
Rencana kehadiran Jokowi itu membuat suasana sirkuit bertambah sibuk. Petugas keamanan dari Brimob dan Polisi antihuru-hara tampak berjaga di sudut-sudit jalan dan sekitar pintu masuk.
Prajurit TNI berseragam loreng pun, terlihat berjaga-jaga dan melakukan gladi resik pengamanan seusai sesi kualifikasi MotoGP berakhir. Anggota Paspampres pun terlihat hilir mudik di area VVIP.
Marquez Jatuh, Motor Alex Rins Terbakar
Di dalam sirkuit, suasana tak kalah serunya. Para pembalap berusaha mencatatkan waktu tercepat di sesi kualifikasi kemarin, agar bisa berada di posisi terdepan pada balapan hari ini. Setidaknya, ada dua kejadian menarik di arena kemarin. Marc Marquez jatuh dua kali, dan motor Alex Rins terbakar.
Marquez terjatuh saat melahap tikungan ke-13. Pembalap Repsol Honda itu, gagal mempertahankan keseimbangan motornya sehingga terjatuh hanya enam menit sebelum kualifikasi berakhir. (AY)












Komentar