JAKARTA – Puan Maharani berkali-kali jadi anggota DPR. Pernah jadi menteri juga. Sekarang, jadi Ketua DPR perempuan pertama di republik ini.
Apakah semua kegemilangannya ini karena faktor Puan “berdarah biru” sebagai cucu Bung Karno dan putri Megawati? Puan membantah semua pencapaiannya itu karena faktor nasab atau garis keturunan.
“Mungkin banyak yang berpikir saya mencapai posisi sekarang ini dengan mudah karena ada anggapan menjadi cucu dan anak seorang tokoh bisa memuluskan jalan. Akan tetapi, kenyataannya tidak ada pencapaian tanpa kerja keras,” tulis Puan, dalam rilis yang dikirimkannya ke media, kemarin.
Meskipun jadi cucu proklamator dan puteri Ketum PDIP, sambung Puan, bukan berarti untuk mencapai karier politiknya tanpa kerja keras alias mengandalkan keistimewaan politik.
“Untuk mendapatkan amanah dari masyarakat, harus melalui proses perjuangan panjang,” tegasnya.
Dengan kerja keras itu, kata Puan, perolehan suaranya di daerah pemilihannya terus naik. Dapil Puan sendiri masuk Jawa Tengah V yang meliputi Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali.
Pada Pemilu 2009, Puan berhasil, meraih 242.504 suara, terbanyak kedua secara nasional. Hanya kalah dari caleg Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas yang meraih 327,097 suara.
Begitu pula pada Pemilu 2014, Puan meraih 369.927 suara, juga terbanyak kedua se-Indonesia. Untuk rangking pertama diduduki teman separtainya, Karolin Margret Natasha dengan raihan 397.481 suara.
Namun, Puan memilih melepas kursinya di Senayan karena ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Terakhir, pada Pemilu 2019, Puan meraih peringkat satu suara terbanyak nasional dengan 404.034 suara. Dengan demikian, setiap pileg, suara ketua DPP PDIP bidang Politik dan Keamanan itu selalu meningkat.
“Saya meyakini tidak ada apa pun yang bisa kita capai secara instan,” tegasnya memberi motivasi.
Meningkatnya suara Puan di setiap Pileg diaminkan Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto.
“2009 Mbak Puan dapat suara 242.504 suara, di bawah Mas Ibas. 2014 Mbak Puan dapat suara 369.973 suara, di bawah Karolin. 2019 Mbak Puan dapat 404.034 suara, peraih suara terbanyak nasional,” terang Bambang.
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto juga membenarkan pernyataan Puan. Menurut dia, bukan cuma Puan, seluruh caleg Banteng mendapatkan tempat istimewa di hati pemilih karena kerja kerasnya.
“Kader PDIP memang memiliki daya imajinasi bagi masa depan dan punya daya juang bagaikan api nan kunjung padam,” jelas Hasto.
Sementara, Pengamat Politik, Indra Setiadi menyebut, jam terbang Puan yang tinggi membentuknya jadi dewasa dan bijak dalam berpolitik.
“Ini membentuk kematangannya sebagai pemimpin. Selanjutnya, ini termanifestasi dalam beragam sikapnya dalam merespon masalah publik,” imbuh Indra. (AY)
Artikel telah tayang di rm.id
















Komentar