GRESIK – Polisi jujur dan berintegritas bernama Aiptu Jailani itu telah meninggal. Namun sikap dari anggota Sat Lantas Polres Gresik itu tetap dikenang dan diteladani banyak orang, termasuk Kasat Lantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi.
AKP Engkos mengaku menjadi saksi hidup dari Aiptu Jailani. Ia sebagai atasan sangat salut atas apa yang pernah dilakukan Aiptu Jailani selama hidup bertugas sebagai polisi.
“Saya sendiri saksi hidup, saya kenal beliau dari tahun 2017. Yang jelas konsistensi beliau pada saat saya mulai kenal 2017 sampai dengan sekarang itu tidak pernah surut, dalam arti konsistensi kejujuran, kegigihan semangatnya beliau nggak ada padam-padamnya, malah bener-bener konsisten. Dari mulai kejujuran, disiplin waktu, tegas, nggak tebang pilih masalah pelanggaran, beliau tetap konsisten sampai sekarang,” ucap Engkos kepada wartawan Selasa (19/4/2022).
Engkos menyebut Aiptu Jailani memang tak tebang pilih menindak pelanggar lalu lintas. Bukan cuma istrinya sendiri, Aiptu Jailani disebut juga pernah menilang pejabat seperti anggota DPR dan KPK.
Dia mengatakan polisi yang telah bertugas sejak tahun 1999 di Sat Lantas Polres Gresik itu memang menjadi teladan bawahan hingga atasannya. Menurut Engkos, saking disiplinnya Aiptu Jailani dalam kegiatan apel-apel dan pelayanan kepada masyarakat nyaris tidak pernah tertinggal.
“Saya (pernah) ngetes-ngetes masalah pelaksanaan tugas. ‘Pak tolong ini ada misalnya kegiatan sosial, ada dananya seperti apa’ wah beliau dengan detail ‘Ini ndan dananya sekian, saya bisa pertanggungjawabkan, komandan bisa crosscheck ke vendornya atau ke tokonya yang saya belikan untuk kegiatan tersebut’ itu contoh kecil ya. Masalah keuangan, masalah kegiatan beliau sangat bersih,” kata Engkos.
Aiptu Jailani dipercaya atasan memegang jabatan menjadi Baur SIM Satpas Polres Gresik. Engkos mengatakan tugas di posisi yang diduduki Aiptu Jailani sangat rawan terjadi penyimpangan berupa suap-menyuap. Tapi, Aiptu Jailani berkomitmen untuk menolak suap.
“Beliau berkomitmen, intinya ‘saya bantu dengan saya melatih kamu, bukan saya memudahkan kamu untuk oh ayo jadi’. Jadi dilatih dulu sama beliau, dia bantu cuma dibantunya itu dengan kamu harus mahir dulu, karena apa? ‘Karena tanggung jawab saya sebagai Baur SIM meloloskan kamu dengan cuma-cuma, nanti kalau ada kecelakaan di jalan, ke saya beban morilnya, tanggung jawab morilnya ada di saya’,” kata Engkos menirukan apa yang pernah diungkap Aiptu Jailani.
Engkos menyebut Aiptu Jailani memilih untuk melatih orang yang hendak membuat SIM dengan melatihnya hingga mahir supaya bisa lolos ujian secara murni. Aiptu Jailani, kata Engkos, tak pernah mau membantu orang mengurus SIM dengan cara disuap.
“Nggak pernah sama sekali (terima suap), saya saksi hidupnya. Pernah saya tes saya pengen lihat kejujurannya, kasih uang. Nggak mau dia. Malah pernah waktu itu ada satu orang yang praktik SIM dan waktu itu saya masih jabatan Kanit Regiden di Gersik juga, di lipetan amplopnya itu ada uang supaya diluluskan, langsung dilaporkan ke Provos,” ungkapnya.
Di mata Engkos, Aiptu Jailani adalah sosok polisi jujur. Meskipun kini Aiptu Jailani telah meninggal, ia akan memperjuangkan agar Aiptu Jailani tetap bisa masuk menjadi salah kandidat penerima Hoegeng Awards 2022 karena dedikasnya.
“Maaf nih bukan saya apa-apa, saya memperjuangkan ini untuk dedikasi beliau terakhir. Kalau menurut saya beliau layak meraih penghargaan itu, karena memang saya pun mencontoh beliau, ketauladanan beliau saya contoh,” imbuhnya. (NET/AY)
















Komentar