JAKARTA – Ajang MotoGP di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dimulai Jumat (18/3) kemarin hingga Minggu (20/3) besok, memberikan harapan baru bagi bangsa ini untuk bangkit lebih cepat setelah pandemi Covid melandai.
Gelaran balap motor kelas dunia ini bukan hanya menunjukkan kita mampu menyelenggarakan event internasional bergengsi, tapi juga jadi pintu masuk Mandalika, Lombok dan Indonesia dalam memori dunia.
Magnet MotoGP yang sangat kuat, Rabu (16/3) lalu terasa di Ibu Kota Jakarta. Ribuan warga tumpah ruah di jalur pedestrian Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Sejak pagi hari, mereka rela menunggu parade pebalap pujaannya yang akan lewat setelah bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara.
Rakyat negeri ini memang sudah lelah dikepung pandemi Covid lebih dari dua tahun. Setelah angka positif Covid terus menurun sejak dua pekan terakhir, mereka bisa bergerak lebih leluasa. Termasuk pergi ke Mandalika untuk nonton MotoGP. Tentu dengan tetap menjaga protokol kesehatan.
Oleh karena itu, ajang MotoGP diharapkan bisa jadi stimulus pariwisata, tidak hanya di Lombok, tapi juga Bali.
Kita pun berharap gema MotoGP yang mendunia bisa meyakinkan negara-negara maju untuk menambah investasinya di sini hingga dua tiga kali lipat.MotoGP juga diharapkan bisa ikut menyelamatkan usaha kuliner dan kerajinan rakyat di NTB dan Bali yang kembang kempis diterjang pandemi.
Oleh karena itu, kita berharap balap motor kelas dunia bisa diadakan secara periodik di sirkuit Mandalika. Sehingga Lombok hidup, Bali hidup dan Labuan Bajo juga
Dampak positif lainnya, ajang MotoGP memberikan angin segar bagi industri otomotif, khususnya sepeda motor. Ke depan ini, permintaan sepeda motor diramalkan bakal menguat lagi, terutama kelas motor sedang dan besar.
MotoGP memang diharapkan jadi pemicu bangkitnya perekonomian nasional.
Di samping itu, MotoGP juga diharapkan mampu mendinginkan suhu politik yang belakangan ini menghangat akibat munculnya isu penundaan Pemilu.
Jadi banyak keuntungan yang diraih bangsa ini dari ajang MotoGP. Yaitu, pariwisata bangkit, usaha rakyat kecil bernapas lagi dan politik dingin kembali. (KI)
















Komentar