BINTARO – Ada berbagai cara memasak brokoli yang bisa dilakukan, dua cara yang paling umum dilakukan, yaitu mengukus dan merebus. Kedua cara ini dikenal sebagai metode mengolah brokoli yang sehat karena hanya melibatkan air saat proses memasak. Meskipun begitu, kedua cara tersebut memiliki perbedaan dari segi dampak terhadap kualitas brokoli yang dihasilkan.
Lalu, metode memasak manakah yang paling baik?
Dikutip dari “Jurnal of Zhejiang University Science” (2009) oleh Geo-feng Yuan, Bo Sun, Jing Yuan, dan Qiao-Mei Wang tentang Effect of different cooking methods on health promoting compounds of broccoli menemukan, ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan antara merebus dan mengukus brokoli terhadap kandungan nutrisinya.
Jangan Buang Batang Brokoli, Masak Jadi Sajian Berikut :
Kandungan klorofil brokoli
Salah satu nutrisi yang ada di dalam brokoli yaitu klorofil, yang berperan sebagai anti karsinogenik dan anti mutagenik. Kedua zat tersebut dapat membatasi dan mencegah pertumbuhan kanker.
Penelitian tersebut menemukan bahwa memasak brokoli dengan cara dikukus tidak menyebabkan hilangnya kandungan klorofil secara signifikan, sehingga warna hijau segar pada brokoli tetap terjaga.
Sementara memasak dengan cara direbus dapat menyebabkan hilangnya kandungan klorofil dalam jumlah besar pada kandungan vitamin C pada brokoli. Vitamin C merupakan salah satu nutrisi terpenting di dalam brokoli yang memiliki banyak fungsi biologi untuk tubuh manusia.
Dikutip dari “Jurnal European Food Research and Technology” (2002) oleh F. Vallejo, F. Tomas-Barberan, dan C. Garcia-Viguera bertema Glucosinolates and vitamin C content in edible parts of broccoli florets after domestic cooking menemukan bahwa memasak brokoli dengan cara direbus dapat menyebabkan hilangnya vitamin C dalam jumlah besar.
Hal ini terjadi karena vitamin C pada brokoli yang direndam akan ikut terbuang bersamaan dengan air rendaman. Sementara memasak brokoli dengan cara dikukus dapat meminimalisir hilangnya vitamins C.
Kerugian merebus brokoli
Karotenoid merupakan senyawa di dalam brokoli yang secara ekstensif memiliki potensi untuk memberi perlindungan terhadap berbagai jenis kanker.
Penelitian yang dilakukan oleh Geo-feng Yuan dkk (2009) menemukan bahwa brokoli yang dimasak dengan cara direbus akan menyebabkan hilangnya karotenoid sebesar 13 persen.
Sementara mengukus tidak menyebabkan hilangnya karotenoid secara signifikan. Perbedaan efek yang ditimbulkan dari kedua metode tersebut menunjukkan bahwa cara terbaik memasak brokoli yaitu dengan cara mengukusnya.
Menambahkan dari laman CNN, para peneliti juga menemukan bahwa mengukus dapat menjaga kandungan nutrisi yang ada pada sayuran. Metode ini merupakan cara terbaik untuk memasak sayuran, salah satunya mengolah brokoli. (NET/AY)
















Komentar