PONDOK AREN-Pemecatan salah satu anggota DPRD Kota Tangsel, Undang Kasi Ujar dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kini menuai protes dari masyarakat Pondok Aren dan yang juga konstituennya.
Para simpatisan Undang Kasi Ujar yakni, wong cilik Pondok Aren seperti pedagang gado-gado, pemilik warteg, hingga tukang sayur tak rela jika Undang Kasi Ujar dipecat. Salah satunya bernama Asih. Pedagang gado-gado di Kelurahan Pondok Pucung, Pondok Aren itu menyayangkan adanya pemecatan anggota dewan yang dia pilih itu.
“Ya jangan dipecat. Dia itu orangnya baik, peduli ke semua orang, terutama ke kami ini rakyat kecil yang cuma dagang gado-gado seperti ini,” kata Asih ditemui Kamis (17/6).
Asih mengaku, dia memilih Undang bukan karena partainya tetapi karena sosok orangnya. “Saya pilih Pak Undang, bukan partainya. Satu keluarga sampai mertua pilih Pak Undang,” ungkapnya.
Senada diungkapkan Asmad. Konstituen Undang yang merupakan pedagang nasi itu protes soal dewannya dipecat dari PDIP. Menurutnya, Undang memiliki peran dalam membesarkan nama PDIP di Pondok Aren, Kota Tangsel itu. “Saya enggak setuju, kalau (dewan) yang saya dukung ini dipecat. Dia dari nama PDIP di sini masih kecil sampai sekarang besar dia dukung PDIP dari orangtuanya. Orangtuanya itu dukung dari jaman kibenen kalau kata orang Betawi mah. Jadi jangan sampai dipecat,” ungkapnya.
Sebagai pendukung, Asmad meminta agar pihak PDIP memberi penjelasan terbuka soal adanya pemecatan tersebut. Pasalnya, selama ini sosok Undang Kasi Ujar dikenal cukup baik di masyarakat. “Minta dijelasin permasalahannya apa. Sebagai pendukung juga kita pengen tahu, kalau ada oknum yang main ya harus ditindak. Perjuangan dia ke masyarakat bagus, mau ada acara apapun dia hadir, bagi-bagi sembako juga,” paparnya.
Asmad pun meminta kepada Ketua Umum PDIP Megawati untuk memberikan penjelasan dan meninjau kembali pemecatan tersebut. “Permintaan saya ke Bu Mega harusnya dipertimbangkan dulu, bagaimana permasalahannya betul atau tidak, biar jelas. Jangan sampai ditunggangi oknum,” ungkap warga Kelurahan Parigi, Pondok Aren itu.(dra)
















Komentar