CIPUTAT, Tak terasa, masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan, saat ini sudah lebih dari setahun.
Sejak keduanya dilantik pada 26 April 2021 silam, Benyamin-Pilar langsung menancap gas kepemimpinannya.
Dalam periode setahun pertamanya, mereka beserta seluruh jajarannya telah melakukan banyak kinerja yang bermanfaat bayi masyarakat.
Selain itu, segudang penghargaan provinsi pun berhasil diraih Pemerintah Kota Tangsel di bawah kepemimpinan keduanya.
“Penghargaan yang diraih meliputi berbagai sektor. Mulai dari segi pelayanan publik, penerapan smart city, keterbukaan informasi, serta jaminan sosial bagi warga Tangsel melalui BPJS Ketenagakerjaan,” papar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Kota Tangsel, Eki Herdiana, melalui pernyataan resminya, Rabu (18/5/2022).
Adapun, sederet penghargaan tersebut di antaranya :
1. Penghargaan Pelayanan Prima DPMPTSP – Kementerian PAN-RB
2. Penghargaan Implementasi Program Smart City Kategori Smart Society Gerakan Menuju Smart City 2021 – Kementerian Kominfo.
3. Penganugerahan Badan Publik Tahun 221 Dalam Implementasi Undang-undang No. 14 Tahun 208 Tentang Keterbukaan Informasi Publik Kategori Pemerintah Kab/Kota Informatif – Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Banten.
4. Indonesia Award 2021 Kategori “Public Service Mall Initiative” – KIP Provinsi Banten.
5. Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Paritrana Award 2020 (Terbaik II Kategori Pemerintah Kota/Kabupaten) – BPJS Ketenagakerjaan.
6. Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Kategori Utama Tahun 2020 Dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak – Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak (K-PPPA).
7. Kategori Daerah yang Berkomitmen Tinggi Dalam Pengelolaan Inovasi Administrasi Negara (INAGARA AWARD) – LAN
8. Penghargaan “Dukcapil Bisa” – Kementerian Dalam Negeri
Eki melanjutkan, selain sederet penghargaan tersebut, Pemkot Tangsel juga telah merealisasikan sejumlah capaian program kerja dari segala bidang.
Pertama, dalam bidang inovasi pelayanan masyarakat. Hal ini menjadi capaian utama yang diprioritaskan oleh Benyamin-Pilar dalam tahun pertamanya. Sebab, pelayanan merupakan keharusan yang dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat.
“Dalam bidang ini ada sejumlah capaian. Pertama, kami telah merealisasikan administrasi kependudukan kemudahan pelayanan dengan kerjasama pengiriman berkas dan penjemputan dokumen dengan layanan ojek daring atau ojol,” kata Eki.
Lalu kedua, pembuatan ajungan kartu identitas anak (KIA) mandiri dan anjungan Dukcapil Mandiri, serta menghadirkan perizinan online melalui layanan daring (SIMPONIE).
“Lalu meluncurkan digitalisasi penyelenggaraan pemerintahan melalui fasilitas kerja ASN, seperti dalam surat menyurat proses perencanaan penganggaran dan pengelolaan keuangan. Kinerja ASN melalui LASIK Tangerang Selatan. Kemudian terakhir, pembentukan Satgas penanganan masalah perempuan dan anak tingkat kota,” paparnya.
Kemudian dari segi infrastruktur, Eki menuturkan bahwa Pemkot Tangsel juga sudah melakukan berbagai pembangunan.
Mulai dari pembangunan jalan kota hingga sepanjang 6 Kilometer, peningkatan jalan lingkungan sepanjang 165 Kilometer, pembangunan pedestrian hingga 7.067,6 meter, hingga pembangunan PJU sebanyak 2.994 titik di sudut wilayah Tangsel.
“Lalu pembangunan drainase kota sepanjang 4.469 meter, pembangunan turap jalan hingga 2.334 meter, pembangunan turap atau tanggul sungai hingga 3.361 meter, pembangunan kolam retensi hingga 5,4 hektare, renovasi TPS3R di 22 lokasi, pembangunan jembatan hingga 55,40 meter, dan pembangunan Kantor Kelurahan Bakti Jaya,” tuturnya.
Selain itu, pada tahun ini Pemkot Tangsel juga telah menyelesaikan dan meresmikan enam gedung lainnya.
“Pembangunan Islamic Center, Pembangunan Puskesmas Rawa Mekar Jaya, Pembangunan Gedung Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Pembangunan Tandon Lengkong Karya, Pembangunan Jaletreng River Park 2, dan Pembangunan Pasar Ciputat,” papar Eki.
Eki mengatakan atas pembangunan itu, Media Survei Indonesia (MSI) mencatat adanya pertumbuhan tingkat perkembangan Kota di Tangsel.
“Jika dibandingkan denhan beberapa kota lain di Provinsi Banten, tercatat Tangsel 62,5 persen lebih maju,” imbuhnya.
Sementara dari segi kesehatan, kata Eki, juga mengalami hal serupa. Pertama, capaian vaksinasi di Tangsel kini telah mencapai target untuk dosis pertama sebanyak 1.094.910, dosis kedua 939.909, dan ketiga, 414.159 orang.
“Lalu ada juga ngider sehat. Program ini bertujuan untuk melakukan pendampingan kesehatan kepada masyarakat. Lalu UHC (Universal Health Coverage). Ada sebanyak 96 persen warga Tangsel telah terlindung oleh JKN atau menjadi peserta BPJS Kesehatan,” kata Eki.
Kemudian, dalam hal ini Pemkot Tangsel juga telah memberikan intensif kepada 5.500 kader kesehatan, dan juga kepada seluruh tenaga kesehatan yang berjuang dalan penanganan Covid-19.
“Terakhir, kami punya Rumah Lawan Covid-19. Tempat isolasi terpusat yang memiliki konsep glamping,” imbuhnya.
Selain itu, Eki menambahkan, dari segi pendidikan pun Pemkot Tangsel memiliki sejumlah capaian.
“Pembangunan Gedung SDN Pakujaya 2, Gedung SDN Pakulonan 2, dan Gedung SDN Ciater 2,“ tuturnya.
Bertambahnya sarana pendidikan ini, lanjut Eki, telah membuat kepuasan masyarakat terhadap dunia pendidikan di Tangsel cukup tinggi.
” Berdasarkan survei MSI, di bawah kepemimpinan Benyamin-Pilar kepuasan masyarakat terhadap pendidikan di Tangsel telah mencapai 62,7 persen, karena telah menyediakan sarana dan prasarana pendidikan sekolah bagi penduduk,” terangnya.
Selain itu dari segi hunian layak, Pemkot Tangsel juga memiliki capaian. Terdapat 198 perbaikan rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni.
Eki mengatakan, capaian demi capaian bukan hanya ditorehkan dari aspek pembangunan fisik, kesehatan dan pendidikan saja. Namun juga dari segi pembangunan sumber daya manusianya (SDM), hingga laju pertumbuhan ekonomi.
“Perkembangan IPM di Tangsel merupakan indeks yang paling tinggi se-Banten. Mengalami kenaikan menjadi 81,60 di tahun 2021. Kemudian laju pertumbuhan pun serupa, mengalami meningkat menjadi 4,77 persen pada 2021,” ujat Eki.
Kemudian, kemampuan daya beli masyarakat pun sama. Mengalami peningkatan menjadi 15,76 persen.
“Harapan lama sekolah di Tangsel juga meningkat. Menjadi 14,66 tahun pada 2021. Terakhir, angka rata-rata lama sekolah. Pada 2021, meningkat menjari 11,82 tahun,” tandasnya. (RMN)
















Komentar