oleh

Waspada! Kasus DBD di Tangsel Lagi Tinggi-tingginya, Ini Langkah Dinkes

SERPONG, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan meminta warganya agar ekstra waspada. Pasalnya bukan hanya Covid-19 saja yang mengalami peningkatan, namun kasus infeksi Demam Berdarah Dengue (DBD) pun kini sedang meroket. 

Salah satu faktornya, yakni akibat adanya peralihan musim atau pancaroba. Dinas Kesehatan mencatat, kasus di awal tahun ini sedang tinggi-tingginya. 

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Masyarakat (P3M) Dinkes Tangsel, Adi Purnawan memaparkan, untuk Januari saja ada sebanyak 124 kasus yang tercatat. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dalam periode beberapa tahun terakhir. 

“2022 memang ada peningkatan. Untuk Januari saja sudah ada 124 (kasus) DBD. Lebih tinggi dibandingkan Januari 2021 dan Desember,” papar Adi saat dihubungi, Kamis (17/2/2022). 

Sementara untuk Februari ini, ia belum dapat merinci. Karena jumlah penyebarannya masih dalam pemantauan. 

“Kami memang mencatat kasus dalam sebulan penuh. Jadi untuk bulan ini masih dalam perhitungan,” imbuhnya. 

Adi menyebut, melonjaknya kasus infeksi DBD yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut diprediksi akan terus terjadi hingga Maret mendatang. 

“Ini memang sesuai dengan prediksi atau perkiraan. Kita sudah membuat grafik rata-rata (penularan) dalam lima tahun terkahir. Memang tinggi di Bulan Desember, Januari, Februari, sampai Maret. Jadi pada empat bulan itu, angka DBD mengalami tinggi-tingginya atau peningkatan,” terangnya. 

Berdasarkan prediksinya itu, Dinas Kesehatan Kota Tangsel mengambil sejumlah langkah guna menghentikan keran penularan infeksi DBD di masyarakat. 

“Kemarin Senin kami sudah rapat dengan Kepala Puskesmas, lalu Selasa kami dengan Camat dan Lurah se-Tangsel dalam hal upaya pengendalian DBD. Karena kita masih ada PR nih sampai di Bulan Maret,” ungkapnya. 

Dalam rapat itu, Adi mengingatkan agar penerapan PSN atau pemberantasan sarang nyamuk kembali digalakkan untuk masyarakat. 

“Dengan 3M plus (menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat semua tempat penyimpanan air, memanfaatkan limbah barang bekas yang bernilai ekonomis atau daur ulang), serta pemantauan jentik berkala,” paparnya. 

Untuk pemantauan jentik secara berkala ini, Adi tidak hanya mengandalkan para kader jumantik yang tersebar di seluruh wilayah. Namun juga diharapkan peran aktif dari masyarakat itu sendiri. 

Pasalnya, kata Adi, untuk memberantas mata rantai penyebaran nyamuk Aedes Aegypti ini diperlukan kontribusi dari seluruh elemen masyarakat. 

“Jadi masyarakat ini menjadi kader jumantik untuk rumahnya sendiri. Mereka memiliki tanggung jawab atas rumahnya sendiri, yang nantinya akan dilaporkan ke RT dan RW setempat,” kata Adi. 

Selain memaksimalkan fungsi kader Jumantik dan penerapan 3M plus, Adi juga memfasilitasi masyarakat jika ingin melakukan fogging atau penyemprotan nyamuk. Namun fogging ini, kata Adi, merupakan langkah terakhir. 

“Karena kan fogging ini dijalankan kalau sudah ada kasus. Saat ini kita fokus untuk pencegahan, agar tidak ada kasus terlebih dahulu,” ungkapnya. 

Adi kembali memaparkan, ratusan orang yang terjangkit DBD tersebut kini telah sembuh. Penyebaran kasus terbanyak, terjadi di wilayah Pondok Aren. 

“Mereka dirawat di rumah sakit dan Puskesmas. Paling banyak di Pondok Aren,” imbuhnya. 

Sementara saat dikonfirmasi, Camat Pondok Aren, Hendra, mengungkapkan pihaknya sudah membuat surat edaran ke Lurah untuk melakukan pencegahan penyebaran kasus DBD diwilayah masing-masing.

“Awal saya dilantik, saya sudah bergerak, dan memberikan surat edaran ke Lurah untuk mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga rumah dan wilayahnya agar melaksanakan program 3M Plus dan PNS. “Surat edaran ini sudah diberikan ke Lurah-lurah pada Januari, tidak hanya surat edaran, ketika saya turun ke masyarakat, saya pun mengajak mereka untuk gotong rotong, kerja bakti membersihkan wilayah,” pungkasnya. (RMN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya