JAKARTA – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengingatkan semua pihak, agar tidak menyepelekan masalah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan. Apalagi, tingkat penularannya ke sesama hewan tergolong sangat tinggi.
Dia pun mendorong pemerintah, supaya bisa segera menuntaskan kasus tersebut. Mengingat Hari Raya Idul Adha atau Lebaran Haji yang jatuh pada 9 Juli mendatang, sudah di depan mata.
“Memang kasusnya kecil-kecil, tapi penyebarannya bisa sangat cepat. Karena sebagian kasus disebabkan oleh virus. Itu bisa terjadi dalam waktu yang sangat singkat, dan berdampak sangat luas. Dampak psikologis dan dampak politisnya juga perlu diantisipasi,” kata Mu’ti di acara Halal Bihalal di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jumat (13/5).
Mu’ti menegaskan, PMK tidak bisa dipandang sebelah mata. Atau diselesaikan sambil lalu.
“Ini akan sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan ibadah kurban, terkait kesehatan hewan kurban,” cetusnya.
Karena itu, dia pun mengimbau Kementerian Pertanian, agar segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menuntaskan masalah PKM tersebut.
Mu’ti juga khawatir, kasus PKM yang menyerang hewan ternak ini jadi bahan permainan oknum importir. Karena sapi lokal dianggap tidak sehat.
Mendekati Hari Raya Idul Adha, masalah ini bisa saja menjadi legitimasi bagi para importir, untuk mengimpor sapi dari luar negeri.
“Tapi, saya tidak mau terlalu jauh berspekulasi seperti itu. Apa pun, saya kira menjadi tanggung jawab pemerintah dan kita bersama, juga dengan cara kita masing-masing untuk membantu mengatasi persoalan PMK ini,” ucap Mu’ti.
“Masalah PMK ini harus segera dituntaskan, agar umat Islam bisa melaksanakan ibadah kurban dengan hikmat. Menyembelih hewan kurban yang sehat, sesuai ketentuan ajaran agama Islam,” pungkasnya. (AY)
Artikel telah tayang di rm.id
















Komentar