TANGERANG-Walikota Tangerang Arief R Wismansyah menilai rencana kenaikan tarif PDAM Tirta Benteng sebagai suatu yang lumrah. Apalagi saat ini, Arief menilai PDAM sedang gencar ekspansi.
Arief mengatakan, ekspansi membutuhkan biaya operasional. Sementara selama ini Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang tidak pernah memberikan penyertaan modal berupa uang tunai.
Arief meminta pelanggan dapat memahami atas kenaikan tersebut. “Artinya butuh biaya-biaya operasional dan sebagainya. Jadi selama ini, Pemerintah Kota Tangerang juga tidak melakukan penyertaan biaya modal berupa uang. Nah, maka kita mendorong PDAM untuk secara mandiri sekarang jadi Perumdam ini untuk lebih efektif,” ujarnya.
Arief menyebutkan, terdapat kenaikan kelompok sosial dari Rp 4 ribu menjadi Rp 7 ribu untuk biaya administrasi. Selain itu, Arief yang mendapatkan penjelasan dari PDAM saat ini lagi tahapan menuju PDAM digital semua.
“Jadi kayak bayar listrik itu kan pakai token, digital kan. Jadi gak ada simpang siur lagi. Yang tadinya mereka baca manual, menginput kalau manual kan orang pasti khawatir akan ada human error. Ke depan ini sekarang lagi dijajaki PDAM untuk menggunakan meter digital. Jadi masyarakat tidak dirugikan dan perusahaan tidak dirugikan,” tambahnya.
Meskipun di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, kata Arief, semula harganya Rp 3.500 menjadi Rp 7.500 hal yang biasa hanya biaya administrasi. Dibandingkan dengan tarif air yang diatur dalam Permendagri harus disesuaikan. Saat ini, tarif air tersebut belum ada kenaikan dan masih rata-rata.
“Kita belum naikin tarif air, karena harga tarif air kita di bawah. Makanya kita masih banyak subsidi, sama dengan kebijakan pusat untuk mengurangi subsidi contohnya kayak jalan tol tiap tahun ada eskalasi ada kenaikan, terus subsidi pemerintah dicabut, listrik juga sama dicabut BBM dicabut,” jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kota Tangerang, Anggiat Sitohang mengaku belum mengetahui adanya kenaikan biaya tersebut. Sehingga, rencana kenaikan tarif air itu belum mendapat restu dari DPRD Kota Tangerang. (irf/mde/bnn)
















Komentar