oleh

Begini Tugas Pengawal Ambulans, Ternyata Banyak Kendala di Jalan

PAMULANG-Anda mungkin pernah menjumpai sebuah mobil ambulans dikawal sejumlah pengendara sepeda motor. Loh kok bisa? Bukannya ambulans itu bebas hambatan, tapi kok masih dikawal juga.

Para pengawal itu justru tugasnya membantu kelancaran ambulans selama di perjalanan. Soalnya, masih banyak mereka yang sedang berada di jalan tak peduli dengan raungan sirene ambulans. Bahkan para pengendara tak memberi ruang untuk kelancaran ambulans. Di sini, makanya pengawal ambulans itu hadir.

Salah satunya yakni, Relawan Patwal Ambulans Indonesia (RPAI) koordinator wilayah Tangerang Selatan (Tangsel). Relawan ini hadir karena rasa empati, membantu mengawal ambulans (Escort) yang ada di sekitar Tangsel serta mengantarkannya sampai tujuan.

Puluhan anggota yang tergabung di RPAI Tangsel ini tergerak membantu ambulans dengan cara membuka jalan hingga mengiringi sampai tujuan. “Awal mulanya karena rasa empati ya. Melihat ambulans terjebak di jalan. Tergerak untuk membantu bagaimanapun caranya. Datang karena keinginannya sendiri,” ucap Firgy Rahmansyah, Ketua RPAI Tangsel.

RPAI bermarkas di Bambu Apus, Pamulang. Memiliki titik kumpul di depan RS Sari Asih, Ciputat. Mereka selalu siap siaga untuk mengawal ambulans yang hendak bertugas. Dengan bantuan klakson, sirine dan stobo yang digunakan sesuai fungsi dan waktunya, RPAI siap mengawal ambulans di setiap perjalanan.

“Untuk aksesoris kita gak terlalu mewajibkan. Kalau untuk klakson, sirine dan stobo itu kan kembali ke anggota masing-masing. Kita hanya diperbolehkan menyalakan sirine hanya pada saat pengawalan ambulans, setelah itu dimatikan seperti biasa lagi,” terang Firgy.

Selama melaksanakan tugas, sering kali ada kendala yang dihadapi. Jalanan macet, pengendara yang tidak mau menepi, hingga adu argumen dengan pengguna jalan lainnya. Namun dibalik semua itu, hal baik seperti ini disambut dan diapresiasi oleh masyarakat, sopir ambulans, dan pengendara di jalan.

“Kendalanya ya biasa. Karena macet dan orang-orang berpikiran, oh mumpung ada ambulans nih mereka ngikuti ambulans di belakangnya. Kadang ada aja yang gak mau minggir, suka memperlambat laju ambulans. Biasanya kita hentikan dan kasih tahu kalo di dalam ambulans ini pasiennya gawat, mohon maaf untuk menepi dulu kita yang bantu. Seperti itu,” kata Irfan Kamil, Anggota RPAI Tangsel.

Selama mengiringi ambulans, mereka tetap memperhatikan kelengkapan dalam berkendara dan selalu mematuhi peraturan lalu lintas serta tidak bertindak arogan. Hal ini menjadi pegangan yang harus selalu dipatuhi dan diingat oleh setiap anggota yang tergabung di RPAI.

“Kalo sampai gedor-gedor mobil, main fisik sampe nendang-nendang itu, kita sangat pantang, tidak diperbolehkan untuk seperti itu. Tidak boleh arogan,” ujar Irfan.

Irfan berharap agar ke depannya keberadaan mereka bisa lebih berkontribusi, diterima dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar maupun di jalan. “Sekarang ini kita hanya punya motor, mungkin ke depannya maunya punya unit ambulans yang digunakan untuk membantu masyarakat. Entah itu ada lakalantas, ataupun masyarakat yang membutuhkan. Bisa kita bantu, insyaallah tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun,” pungkasnya.(mg1/hadid)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya