CIPUTAT – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengungkapkan dirinya sangat menyayangkan atas adanya tindak prostitusi di wilayahnya.
Terlebih mirisnya lagi, terdapat sejumlah anak di bawah umur yang diduga terlibat dalam lingkaran hitam tersebut.
Hal itu terungkap ketika Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel merazia salah satu indekos yang terletak di wilayah Pondok Benda, Pamulang, Tangsel.
Selain mengamankan belasan remaja putri, saat itu petugas juga menemukan sejumlah alat kontrasepsi berserakan, termasuk di kamar sejumlah remaja yang masih di bawah umur.
Keberadaan alat kontrasepsi tersebut, disinyalir menjadi salah satu pemicu merebaknya geliat prostitusi di Tangsel. Terlebih, akses pembeliannya pun terbilang masih sangat bebas.
Untuk itu selain dengan menggalakkan pengawasan wilayah, Pilar juga berencana akan memperketat akses pembelian alat kontrasepsi tersebut.
Ia akan membuat sebuah regulasi yang nantinya akan mengatur pembelian alat kontrasepsi. Sehingga tak sembarangan orang dapat membelinya. Terlebih bagi anak di bawah umur.
“Ini sebenarnya seperti dua mata pisau. Alat kontrasepsi memang dibutuhkan di masyarakat bukan hanya untuk prostitusi. Mereka membutuhkan untuk misalnya menahan kehamilan dan lain sebagainya. Tapi regulasi ini adalah ide bagus, pembeliannya harus diperketat,” ungkap Pilar, Minggu (16/1/2022).
Wacana ini, kata Pilar, akan dibahas terlebih dahulu dengan dinas terkait. Yang jelas ia tak ingin jika alat kontrasepsi ini dijual secara bebas.
“Misalnya Dinas Indag. Untuk pengetatan pembelian alat kontrasepsi terhadap anak di bawah umur. Ya mungkin bisa dengan KTP. Mungkin bisa dijadikan peraturan, jadi pembeliannya enggak sembarangan,” paparnya.
Dengan regulasi ini, diharapkan mampu menekan dan mengurangi praktik-praktik prostitusi di wilayah yang memiliki motto cerdas, modern, dan religius ini.
“Tapi jangan juga alat kontrasepsi nanti yang belinya nitip, atau tamunya yang bawa, atau enggak menggunakan alat kontrasepsi, nanti jadinya aids. Waduh itu lebih kacau lagi. Tapi regulasi ini bisa jadi satu langkah, untuk menyulitkan mereka untuk jual diri,” tegasnya. (RMN)













Komentar