SERPONG-Vaksinasi massal untuk pelajar digelar di dua titik di Kota Tangsel, Rabu (14/7). Pertama di SMPN 11, Rawabuntu, Serpong dan kedua di SMP Pembangunan Jaya Bintaro, Pondok Aren. Total siswa yang divaksin sebanyak 1.600 anak.
Dalam vaksinasi massal ini turut dibuka Presiden RI Joko Widodo secara di seluruh Indonesia. Presiden juga sempat berdialog dengan berbagai siswa dari beberapa sekolah di berbagai kota mulai dari Riau hingga Papua.
Walikota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan, jumlah siswa yang divaksin di SMPN 11 sebanyak 1.200 yang dibagi menjadi 9 gelombang dengan menghadirkan 10 tim medis.
Sedangkan, di SMP Pembangunan Jaya Bintaro sebanyak 400 siswa. Pelaksanaan vaksin untuk pelajar usia 12-17 tahun yang akan dilakukan setiap hari baik di sekolah serta di Puskesmas-Puskesmas yang sudah berjalan selama ini.
“Vaksinasi bagi pelajar kita mulai di setiap hari dengan dosis sinovac. Adapun target yang akan kita capai sebanyak 52 ribu jumlah siswa SMP yang ada baik negeri dan swasta se-Kota Tangsel. Harapannya semoga awal Agustus selesai,” ujar Benyamin.
Benyamin menerangkan, jika semua sudah tercapai dapat dilakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Kendati memang belum dapat dipastikan, tapi yang jelas menunggu kekebalan komunal dapat terbentuk. Jika selama kekebalan tidak terbentuk, maka akan terus dilakukan vaksinasi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Taryono menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan serta para orangtua siswa dalam mendorong siswa melaksanakan vaksin.
“Antusias siswa mengikuti vaksin cukup besar. Demi terhindar dari paparan Covid-19 yang kian hari kian peningkat,” ujarnya.
Dirinya mengharapkan apabila semua siswa telah divaksin dapat dilakukan PTM. Tapi target utamanya semua siswa mendapatkan vaksinasi dan itu yang saat ini tengah dilakukan.
“Semoga semua pelajar divaksin sehingga lebih siap melaksanakan PTM. Maka dari itu secepatnya kita laksanakan termasuk berikutnya dilakukan per sekolah. Atau jika ada sekolah siswanya sedikit bisa digabung dengan sekolah lain,” tambah ia.
Salah satu siswa kelas IX, Syauqi sebelum divaksin mengaku sempat tegang, tapi setelah disuntik dirinya merasa rileks. Dia juga mengaku setelah vaksin tidak ada reaksi seperti lemas.(din)
















Komentar