PANDEGLANG – Ratusan warga Kelurahan Cigadung yang masuk dalam Keluarga Penerima Manfaat (KPM) antre sejak pagi untuk mendapatkan Bantuan Pangan Sosial (BPS) Rp 200.000 untuk alokasi Mei dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng Rp 300.000 untuk alokasi April, Mei, dan Juni, di halaman Kantor Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, Kamis (14/4/2022).
Program dari Kementerian Sosial (Kemensos) ini disalurkan oleh PT. Pos Indonesia secara tunai kepada KPM dengan menunjukkan KTP, Kartu Keluarga (KK) dan sertifikat vaksin Covid-19 dosis pertama ataupun dosis dua.
Pantauan Tangsel Pos, warga yang didominasi ibu-ibu ini mulai mengantre sejak pukul 08.00 WIB. Untuk bisa mendapatkan bantuan, para KPM diarahkan untuk vaksin. Namun jika hasil screening oleh tim medis tidak memungkinkan untuk divaksin, maka KPM tidak diwajibkan untuk divaksin, namun tetap mendapatkan bantuan.
Camat Karangtanjung, Ratu Tanti menerangkan, pihaknya bersama Muspika Karangtanjung memfasilitasi penyaluran program BPS dan BLT minyak goreng agar berjalan lancar. Di menjelaskan, untuk teknis penyaluran bantuan pihaknya membagi empat lokasi, yakni di Kelurahan Juhut, Pagadungan, dan Kelurahan Kadumerak.
“Total se-Kecamatan Karangtanjung terdapat 1.290 KPM dengan rincian Kelurahan Cigadung 340 KPM, Juhut 430 KPM, Kadumerak 294 KPM, dan Kelurahan Pagadungan 226 KPM. Untuk menghindari penumpukan warga, kami bagi empat lokasi penyaluran,” ujar Tanti.
Selain penyaluran bantuan, pihaknya juga memfasilitasi warga untuk mendapatkan vaksin Covid-19 dan vaksinasi terhadap KPM tidak memaksa.
“Jika ada KPM yang belum vaksin, kami arahkan untuk divaksin dan ini tidak memaksa. Namun Alhamdulillah tadi warga cukup antusias untuk divaksin,” kata dia.
Tanti mengimbau, para KPM untuk bijak menggunakan dana bantuan sesuai peruntukan, yakni dibelanjakan minyak goreng dan sembako. Karena program ini, sambung Tanti, tujuannya untuk membantu perekonomian dan daya beli masyarakat serta menekan angka stunting.
“Kami mengarahkan kepada KPM agar memanfaatkan dananya dibelikan sembako dan minyak goreng, tidak dihambur-hamburkan untuk yang lain,” pungkasnya.
Sementara, Mira (45) salah satu warga Kampung Cigadung, Kelurahan Cigadung, yang mendapatkan bantuan program BPS dan BLT minyak goreng, mengaku sangat terbantu atas pencairan program tersebut. “Mau dibelikan beras, minyak goreng, ayam, dan telur, belinya di agen. Uangnya saya sisakan Rp 100.000 untuk biaya anak sekolah, kan anak mau ujian dan harus bayaran,” kata Mira.
Junengsih (47), warga Kampung Kadulolo, Kelurahan Cigadung, mengatakan, uang yang diperoleh akan dibelikan sembako dan minyak goreng.
Penerima bantuan lainnya, Suryati (30), warga Kampung Sampora, Kelurahan Cigadung, mengaku terbantu dengan dengan adanya program tersebut. “Akan saya belikan telur dan minyak. Alhamdulillah program ini sangat membantu,” singkatnya.
KPM Diminta Belanjakan Bantuan Sesuai Peruntukan
Di tempat yang sama, Binwil Kecamatan Karangtanjung, Ida Novaida, saat memantau penyaluran bantuan memastikan kegiatan berjalan lancar.
“Alhamdulillah proses penyaluran bantuan berjalan lancar dan juga warga menerapkan prokes (protokol kesehatan, red) dengan menggunakan masker,” singkat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang ini.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang, Nuriah mengatakan, dirinya terus berkeliling memantau penyaluran program BPS dan BLT minyak goreng di sejumlah lokasi.Dari hasil monitoring, penyaluran berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti.
“Alhamdulillah hasil monitoring bersama Timkor, penyaluran bantuan berjalan lancar. Tadi pagi di Karangtanjung dan dilanjut ke Pandeglang, Majasari, dan Kaduhejo,” kata Nuriah.
Dirinya berpesan kepada para PKM untuk membelanjakan uang bantuan sesuai dengan peruntukan, yakni Rp 300.000 untuk minyak goreng dan Rp 200.000 untuk kebutuhan pokok.
Sesuai aturan, kata dia, kebutuhan pokok yang bisa dibeli meliputi beras, telur, ikan atau ayam, sayuran, dan buah-buahan.
“Intinya bahan pokok yang harus dibelanjakan itu harus memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein hewani dan protein nabati serta vitamin dan mineral. Selain membantu meningkatkan daya beli masyarakat, program ini juga bertujuan untuk menekan angka stunting,” bebernya.(rie)
















Komentar