PONDOK AREN, Puluhan usulan pembangunan tercetus dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan yang berlangsung di Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (14/2/2022).
Seluruh usulan itu pun kini telah ditampung dan akan ditindaklanjuti di tahun berikutnya. Semua usulan itu akan menjadi dasar dalam proses pembangunan yang berlangsung di kota termuda se-Banten ini.
Kegiatan Musrenbang yang berjalan dengan lancar tersebut, dipimpin langsung oleh Camat Pondok Aren, Hendra.
Menurutnya, kegiatan ini sangatlah penting dan harus tetap terlaksana. Untuk itu Musrenbang kali ini dilaksanakan dengan sistem hybrid, melalui sistem daring (online) dan luring (offline).
“Karena persoalan per 8 Februari kemarin ada surat edaran pemberlakuan PPKM lvl 3. Tapi karena urgensi kegiatan yang penting, mau tak mau dilaksanakan dengan penerapan prokes dan pembatasan peserta yang hadir secara offline. Dan kami menyediakan ruang ruang untuk zoom. Dari 42 ribuan jumlah masyarakat, kita hanya memfasilitasi perwakilan RW saja, totalnya 13 orang,” papar Hendra saat dihubungi.
Meski terbatas, belasan pimpinan wilayah yang hadir ini tetap mampu untuk menyuarakan seluruh usulan pembangunan yang bersumber dari setiap warganya.
Sedikitnya, kata Hendra, terdapat 20 usulan yang masuk dalam Musrenbang tingkat Kelurahan kali ini.
“Jadi mereka yang mewakili seluruh usulan masyarakat. Jumlah usulan tadi totalnya banyak juga, yang masuk F1 ada 15 pembangunan fisik dan 5 non-fisik. Jadi total 20 dengan persentase 60:40 untuk fisik dan pemberdayaan masyarakat atau non-fisik,” tuturnya.
Hendra merinci, untuk pembangunan fisik sendiri mayoritas usulannya adalah perihal pembangunan drainase.
Usulan itu tercetus lantaran di wilayah tersebut kerap direndam oleh genangan air, saat hujan besar melanda.
“Saya lihat lebih banyak mengusulkan drainase kalau saya lihat, karena memang di Pondok Kacang Timur kita punya permasalahan (genangan air). Oleh karena itu, ada sebuah komitmen untuk mereka membuat aliran. Dari hulu ke hilir banyak permohonan mungkin dalam kaitan untuk mengurangi debit air yang tidak lancar,” terangnya.
Sementara itu untuk pembangunan non-fisik atau pemberdayaan masyarakat, kata Hendra, mayoritas berisi permohonan kegiatan pelatihan.
“Banyak, saya lihat lebih kepada karang taruna, berisi pelatihan-pelatihan, lalu dari kader PKK juga ada,” imbuhnya.
Hendra menerangkan dalam musrenbang kali ini, setiap wilayah memiliki anggaran yang berbeda. Khusus Kelurahan Pondok Kacang Timur sendiri, anggarannya sebesar Rp2,212 miliar.
Untuk itu, ia meminta kepada warganya untuk mengusulkan hal-hal yang memang menjadi prioritas dan kebutuhan kolektif.
“Harapan saya mah dengan adanya Musrenbang tentu jadi fasilitas yang memang baik dan bisa dimusyawarahkan, apa yang harus dipilih. Tidak ada keinginan pribadi atau ego sektoral dari level Kecamatan, Lurah, RW, dan RT. Sehingga dengan musyawarah ini menjadi bisa terfasilitasi ketika kita harus memilih dengan ketersediaan anggaran yang ada,” harapnya.
Sebab menurutnya, setiap usulan yang tercetus ini merupakan murni suara dari rakyat.
“Berarti harus dipilih yang memang urgent dan harus diprioritaskan dari hasil kesepakatan bersama. Murni dari suara rakyat,” tandasnya. (RMN)
















Komentar