SERPONG, Tuntutan warga Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan yang ingin dibuatkan jembatan penyeberangan orang (JPO) di atas proyek Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja), mendapat perhatian dari pemerintah.
Melalui surat yang dilayangkan oleh Lurah Cilenggang, Umar Dhani, persoalan itu kini telah ditindaklanjuti.
Surat tersebut, kata Umar, berisi aspirasi warga Cilenggang yang merasa terdampak atas adanya proyek pembangunan Tol Serpong-Balaraja.
“Ya sebenarnya kita sekedar menanggapi aspirasi masyarakat saja. Yang tadinya jalan beberapa RT itu lancar, namun setelah adanya beberapa proyek itu jadi terputus. Keinginan masyarakat ingin dibuatkan JPO,” ujar Umar Dhani saat dihubungi, Senin (14/2/2022).
Surat tersebut, kata Umar, dilayangkan langsung untuk Wali Kota Tangsel melalui Camat Serpong.
“Karena kita tidak ada wewenang. Harus berkoordinasi ke Wali Kota dan dilanjutkan ke Kementerian PUPR. Akhirnya kita sampaikan surat melalui Camat, ke Wali Kota. Kita pakai aturan dan prosedur. Terkait adanya tanggapan atau belum saya juga belum menanyakan,” terangnya.
Ia menilai, keberadaan JPO yang diinginkan oleh warganya itu memang menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan.
Jembatan itu, mampu membantu warganya untuk lebih mudah melintasi jalan dan wilayah yang kini telah terpisah akibat keberadaan proyek pembangunan jalan tol tersebut.
Sehingga warganya tak perlu lagi untuk memutar dan menghabiskan waktu hanya sekedar untuk sekolah, kerja, hingga beribadah di salah satu musala yang dahulu sangat mudah diakses.
“Tapi kita harus lihat dulu kendala atau dampaknya, negatif dan positifnya kan belum tahu. Takutnya ada mengganggu masyarakat. Tapi tetap namanya aspirasi, harus saya jalankan. Ya memang urgent,” ungkapnya.
Selaku pemimpin di wilayahnya, Umar Dhani berharap agar usulan itu dapat direalisasikan. Semua, kata dia, hanya demi warganya.
“Ya harapannya kalau bisa dilaksanakan dan terealisasi untuk mempermudah akses masyarakat yang terbelah oleh itu. Tapi kita lihat di lapangan bisa enggak nya. Dampak negatif dan positifnya banyakan mana. Kita kan enggak tau, yang punya urusan itu kan memang proyek. Kita hanya menyampaikan saja, ya mudah-mudahan pengajuan dan permohonan masyarakat itu terealisasi. Yang penting ikhtiar dulu. Syukur-syukur bisa dilaksanakan,” tandasnya. (RMN)
















Komentar