JAKARTA – Pelan tapi pasti, jumlah kasus virus Covid-19 varian Omicron terus meningkat. Hingga kemarin sudah ada 2.290 orang yang terjangkit virus sialan itu. Meski disebut tak seberbahaya varian Delta, Omicron tetap bikin deg-degan.
Per kemarin, ada penambahan 130 pasien Omicron yang dirawat di Wisma Atlet. Sehingga total kasus Omicron sudah mencapai 2.290. Sementara pasien yang selesai menjalani perawatan ada 76 orang dan 72 di antaranya dinyatakan pulih.
Kepala Penerangan Kogabwilhan I, Kolonel Marinir Aris Mudian menjelaskan, dari total 2.290 pasien yang dirawat, 957 di antaranya pria, sisanya atau 1.333 adalah wanita. Mereka dirawat di Tower 5 dan 6.
Sementara jumlah pasien Corona yang dirawat di Wisma Atlet di Tower 8, 9, dan 10 berjumlah 3.030 orang. Jumlah tersebut berkurang 402 kasus dari total semula 3.432 pasien.
Secara nasional, kasus positif bertambah 793 dalam dari 278.266 spesimen dengan metode polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM). Dengan penambahan itu, total kasus di Indonesia mencapai 4.268.890.
Sementara, jumlah pasien sembuh bertambah 385 orang, sehingga totalnya ada 4.117.347 orang. Sedangkan yang meninggal bertambah 5 menjadi 144.155 korban.
Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander Ginting mengungkapkan, tingkat keterisian tempat tidur alias bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit merangkak naik. Tapi belum spektakuler.
“Tetapi ini sudah ada riak-riak yang pelan-pelan, jadi bukan gelombang. Tapi ini sudah banyak,” kata Alexander.
Kenaikan ini sudah terjadi selama dua pekan terakhir. Kasus Omicron didominasi dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang datang dari transportasi laut, darat maupun udara. Transmisi lokal varian Omicron juga telah berkontribusi sebanyak 14 persen penularan di masyarakat.
“Tapi yang harus kita ingat, walaupun kita bicara Omicron, varian Delta itu masih ada di 34 provinsi. Tapi kita belum menggunakan istilah Deltacron, karena itu masih istilah di media. Belum istilah resmi di badan kesehatan,” terang Alexander.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin telah menyiapkan 80 ribu tempat tidur untuk antisipasi lonjakan kasus Omicron. Saat ini 3 ribu di antaranya sudah terisi.
Begitu juga soal obat-obatan, ada 400 ribu molnuvirapir. Sebanyak 16 ribu lebih oksigen generator telah didistribusikan ke seluruh rumah sakit di Indonesia. Bahkan, ada sekitar 30 oksigen generator tersebar di sejumlah rumah sakit yang ada di luar Pulau Jawa.
Persiapan ini, merupakan bentuk kesiagaan pemerintah menghadapi lonjakan kasus yang trennya mulai terlihat.
“Langkah-langkah ini merupakan bentuk kewaspadaan dan siaga kita,” cetus pria yang akrab disapa BGS ini.
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman tidak kaget dengan kondisi di Indonesia saat ini.
Sebab, WHO telah mengingatkan bahwa Omicron bakal menimpa banyak negara. Bukan hanya jumlah infeksinya, tetapi juga potensi ke BOR rumah sakit dan tingkat kematian. Meski tidak separah dampak yang diakibatkan varian Delta.
“Testing-nya terbatas, hanya sedikit. Padahal di masyarakat banyak untuk Omicron ini. Apalagi sudah penularan di tingkat lokal. Mayoritas tidak bergejala. Makanya, orang harus memposisikan diri membawa virus jika dari tempat berisiko atau bertemu dengan yang terpapar,” pesan Dicky.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memprediksi puncak kasus Omicron di Indonesia. Luhut menyebutkan, hal tersebut akan terjadi pada awal Februari mendatang.
Berdasarkan pengamatan terhadap pengalaman negara lain, Luhut menyebut, di mana varian Omicron mencapai puncak kisaran waktu 40 hari.
“Namun kita tidak perlu panik, tetapi tetap waspada. Karena pengalaman kita menghadapi Delta varian kemarin,” jelas Luhut. (RM.id/AY)
















Komentar