SERPONG-Sedikitnya ada 100 sekolah madrasah negeri dan swasta se-Kota Tangsel mulai melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Senin (13/9). Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah itu sudah melalui verifikasi.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel, Abdul Rojak mengungkapkan, dari 100 lebih madrasah, tercatat ada 13 ribu siswa mulai dari jenjang Ibtidaiyah, tsanawiyah sampai Aliyah yang ikut PTM di sekolahnya masing-masing.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan verifikasi, madrasah di Kota Tangsel mulai dari RA sampai MA siap menggelar PTM terbatas mulai hari Senin ini,” ujar Rojak saat meninjau verifikasi ke Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Falah, Kecamatan Setu bersama Satgas Covid-19 Tangsel, pengawas, dan pihak Puskesmas.
Tim verifikasi mengecek seluruh persiapan. Utamanya fasilitas kesehatan seperti tempat cuci tengan, alat pengukur suhu tubuh, pengaturan jam belajar serta seluruh guru harus telah divaksin. Jika semua telah dilengkapi, artinya mereka sudah siap untuk melaksanakan PTM terbatas.
“Kesiapan ditunjukkan dengan kelengkapan sarana prasana protokol kesehatan,” tambah ia.
Untuk belajar tatap muka ini, diterapkan pembatasan jumlah siswa selama berada di dalam kelas secara bergiliran. Diatur dengan 50 persen kapasitas dari ruangan kelas. Dan pengaturan jarak juga harus diperhatikan. Semua demi kelancaran PTM dan keselamatan menjadi tujuan utama.
“Jadi walaupun tatap muka, tetap bisa berjarak. Misalnya biasanya satu kelas 24 orang, kini dikurangi menjadi 12 orang, dan selebihnya tetap mengikuti pembelajaran secara daring,” jelas Rojak.
Sementara, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong, Abdul Basit menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di beberapa titik, seperti di kelas, asrama, ruang makan, dan masjid.
“Kami juga punya klinik sendiri dan telah bekerjasama dengan Puskesmas terdekat untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan terjadi,” ujarnya.
Ditambahkannya, sebelum menggelar belajar tatap muka ini seluruh guru, karyawan, hingga siswa telah menjalani vaksinasi dan swab.
“Seluruh MAN IC di Indonesia juga sudah mulai belajar tatap muka secara bertahap. Tergantung kesiapan dan kondisi daerahnya,” pungkasnya. (din)
















Komentar