oleh

Kisah Taekwondoin Tangsel untuk Tampil di PON Papua, Akhirnya Rebut Perunggu

CIPUTAT-Takewondoin asal Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Novrika Kusuma Ramadhianti sukses meraih perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Prestasinya tentu membuat bangga masyarakat Kota Tangsel.

Novrika merupakan gadis kelahiran 14 November 2002. Pahit dan manis telah dirasakannya selama menekuni cabang olahraga beladiri taekwondo. Salah satu pengalaman pahitnya adalah ketika dirinya tak masuk Pelatihan Daerah (Pelatda), karena hanya mampu meraih juara 3 di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Namun berkat perjuangan pantang menyerah membuat Novrika terpilih menjadi atlet taekwondo mewakili Banten di PON XX Papua untuk pertama kalinya.

“Pertama saya mengikuti Porprov tetapi saya hanya dapat juara 3 jadi tidak dipanggil Pelatda. Tetapi kemudian Pelatda membuat seleksi ulang dan akhirnya saya terpilih untuk kelas U-49 kilogram,” papar Novrika.

Berlatih dengan tekun, hanya itu yang ditanamkan untuk bisa mempersembahkan medali sesuai dengan targetnya saat bertanding di PON Papua. Segala kemampuannya telah dikeluarkan Novrika. Meski akhirnya, target emas hilang dan hanya meraih medali perunggu.

Namun begitu, ia tak bersedih hati, karena apa yang telah dipersiapkannya mampu membawa medali dari event olahraga terbesar tingkat nasional itu.

“Saya juga sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi hasilnya hanya bisa juara tiga dan juga ini PON pertama saya, mungkin belum rezeki saya di PON tahun ini. Semoga dengan pengalaman ini bisa menjadi batu loncatan untuk saya ke depannya, dan pastinya saya akan mencoba lagi di PON selanjutnya,” ungkapnya.

Kisah perjuangan Novrika demi membawa pulang medali perunggu di PON Papua, justru berbanding terbalik dengan apa yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel. Tidak adanya perhatian Pemkot terhadap atlet, membuat para atlet iri terhadap atlet dari kota atau kabupaten lainnya di Banten.

Novrika pun sempat menunggu momen bersejarah bagi dirinya dilepas oleh orang nomor satu di Tangsel yakni Walikota Benyamin Davnie untuk berangkat ke Papua. Namun, momen itu tidak terjadi.

“Enggak sedih sih lebih ke bertanya-tanya aja kok nggak ada pelepasan atlet Tangsel yang berangkat ke Papua? Iri juga sih sama atlet dari kota atau kabupaten lain,” ujarnya.

Akan tetapi, Novrika mewakili atlet Tangsel lainnya percaya Pemkot bisa lebih perhatian atau bisa lebih baik lagi dalam hal memperhatikan atlet-atlet asal Tangsel. “Tapi saya tetap percaya Pemkot Tangsel bisa mengapresiasi lebih atlet-atletnya,” pungkasnya. (dra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya