BINTARO-Rumah Sakit (RS) Premier Bintaro, Kota Tangerang Selatan mengadakan talkshow “A to Z About Sport Clinic”. Tujuannya untuk menginformasikan dan lebih memperkenalkan keberadaan dan manfaat Sport Clinic RS Premier Bintaro dalam menangani cedera yang terjadi pada olahraga.
Talkshow dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-23 RS Premier Bintaro ini dipandu Rico Ceper dan Melani Putri. Dan dilaksanakan pada 5 Oktober lalu.
CEO RS Premier Bintaro, dr Martha dalam sambutannya mengatakan, Sport Clinic RS Premier Bintaro merupakan sebuah sistem yang dibentuk untuk menangani cedera pada olahraga secara komprehensif. Penanganannya dilakukan oleh tim dokter multi disiplin ilmu mulai dari proses assessment, tindakan, hingga recovery, agar atlet dapat kembali ke performa terbaiknya. .
“Kami concern pada keberlangsungan prestasi para atlet di Indonesia. Jangan setelah cedera lantas mereka tak lagi bisa berkompetisi. Jadi jika mereka mengalami cedera, kami akan mengupayakan untuk mengembalikan performa mereka ke level semula. Untuk pemulihan, para atlet tidak perlu lagi dibawa ke lembaga medis di luar negeri. Kini mereka sudah bisa memanfaatkan jasa lembaga medis yang ada di dalam negeri, yaitu di RS Premier Bintaro,” papar Dr. Taufan Favian Reyhan, Sp KO spesialis Kedokteran Olahraga RS Premier Bintaro selaku narasumber.
Taufan menambahkan, Sport Clinic juga ditujukan bagi kepentingan para atlet profesional yang ingin berkonsultasi perihal kebugaran dan kesiapan mereka dalam menjalankan kompetisi. Keberadaan Sport Clinic ini juga akan membantu klub saat akan mengontrak seorang atlet, sehingga akan diketahui secara detail kondisi kesehatan sang atlet.
Sementara, dr Sapto Adji, spesialis orthopedic RS Premier Bintaro sebagai narasumber mengatakan, pihaknya juga telah bekerjasama dengan sejumlah klub olahraga untuk menangani problem pada atlet-atlet profesional.
“RS Premier Bintaro menyediakan layanan Tes Pre Competition Medical Assesment (PCMA) di Sport Clinic untuk atlet menjelang mengikuti turnamen olahraga. Tes PCMA merupakan pemeriksaan medis standar mengacu pada ketentuan FIFA di mana pemain dan klub sepakbola akan mendapatkan data kesehatan dan problem kesehatan yang membutuhkan penanganan segera sebelum tampil di kompetisi,” lanjut dr Sapto Adji.(rls)
















Komentar