BANGKOK – Prestasi luar biasa, ditorehkan Syabda Perkasa Belawa di kejuaraan bulutangkis bergengsi, Thomas Cup 2022.
Dalam partai penentuan Juara Grup A, pebulutangkis asal Bekasi itu berhasil menggulingkan wakil Korea Selatan, Lee Yun Gyu melalui rubber game dengan skor 21-14, 11-21 dan 21-16.
Kemenangan yang mengejutkan Badminton Lovers ini membuat Tim Thomas Indonesia unggul atas Korea Selatan dengan skor 3-2, dan menjadi juara grup pada turnamen beregu tersebut. Keberhasilan ini tentu tidak datang tiba-tiba.
Ada kerja keras yang dirintis atlet kelahiran 25 Agustus 2001 ini. Lewat jalan yang cukup panjang. Diiringi doa dan dukungan keluarga.
Bagi Syabda, dukungan keluarga sangat besar artinya. Itu sebabnya, setiap kali kelar bertanding kejuaraan ataupun partai, Syabda yang kini menempati ranking 636 BWF World selalu menyempatkan berkirim kabar kepada keluarganya.
“Makasih ya mama papa Kakak, Dek Tata. Udah selalu dukung dan doakan terus,” tulisnya via pesan WhatsApp.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besarnya, Bude dan Pakde yang selalu menyuntikkan semangat. Motivasi yang ditanamkan kedua orang tua tercinta, Muanis dan Anik Sulistyowati, memang jadi modal yang luar biasa bagi Syabda.
Muanis yang merupakan salah satu pimpinan di Divisi Iklan Rakyat Merdeka (Tangsel Pos) mengungkap, sejak kecil, Syabda memang sudah menunjukkan ketertarikan dengan olahraga bulutangkis.
“Syabda sudah mulai latihan badminton sejak usia 5 tahun, TK nol besar,” kata Muanis, yang akrab disapa Anis.
Sebagai orang tua, Muanis pun ikut men-support hobi olahraga putra keduanya.
Syabda kecil, dilatih langsung oleh ayahanda Ihsan Maulana Mustofa, mantan atlet pelatnas yang masih terhitung kerabat dekat. Dari situ, bakatnya terus menonjol. Prestasinya mengkilap.

Syabda sering menang kejuaraan. Hingga akhirnya, terpilih seleksi masuk PB Djarum, Kudus, Jawa Tengah.
“Itu nggak gampang. Waktu masuk PB Djarum, dari 1.400 orang, hanya terpilih 24 orang,” kenang ayah tiga anak kelahiran 15 Juli 1974.
Episode kerja keras terus berlanjut. Karena PB Djarum tak segan mengeliminasi atlet yang prestasinya tak mengkilap.
“Sebagai orang tua Syabda, saya mengucapkan terima kasih ke klub-klub dan pelatih yang banyak berperan membantu Syabda sampai ke Pelatnas. Semoga, kejuaraan ini menjadi awal yang baik di level dunia,” tutur Anis.
Apa yang dikatakan sang ayah, dibenarkan oleh Syabda. Lewat akun Instagram @djarumbadminton, Syabda mengaku dikenalkan bulutangkis oleh sang ayah, yang juga memiliki kecintaan terhadap olahraga tepok bulu.
“Orang yang paling berjasa mengenalkan bulutangkis itu papa saya. Awalnya, papa yang ngenalin. Terus, disuruh ikut nonton papa main bulutangkis di GOR dekat rumah,” beber Syabda.
“Saya mau ikut, karena bosan dan lagi jenuh belajar, ngerjain PR,” imbuhnya.
Berhubung di lapangan sebelah papanya main, ada klub kecil dan banyak anak seumuran yang sedang latihan, Syabda pun coba-coba ikut latihan.
“Jadi, awalnya biar nambah teman saja, dan mengisi waktu luang,” ucap anak laki-laki satu-satunya itu.
Syabda tak pelit memuji sang ayah, yang berperan besar dalam mewujudkan cita-citanya sebagai atlet profesional.
“Terima kasih sudah mengajarkan cara untuk bangkit dan selalu ingetin untuk berbuat baik kepada semua orang. Semoga selalu sehat dan menjadi Papa yang terbaik untuk keluarga,” pungkas Syabda. (AY)
Artikel ini telah tayang di rm.id
















Komentar