BALI – Sejak Senin (9/5), semua gubernur dari seluruh Indonesia berkumpul di Bali untuk mengikuti rakernas Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).
Meskipun diikuti 34 gubernur, tetap saja di forum tersebut, semua mata tertuju pada 2 kepala daerah yang saat ini punya elektabilitas tertinggi dalam bursa capres. Keduanya, yakni Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Dalam acara yang digelar tahunan itu, sejumlah gubernur sudah tiba sejak Minggu (8/5) malam di Bali. Namun, ada juga yang baru tiba saat Wapres Ma’ruf Amin membuka rakernas yang digelar di Discovery Kartika Plaza Hotel, Badung, Bali, Senin (9/5). Kegiatan tersebut berlangsung hingga Rabu (11/5).
Bukti kalau Anies dan Ganjar jadi bintang di acara tersebut, bisa dilihat dari postingan foto-foto yang diupload keduanya, di akun media sosialnya masing-masing. Anies yang juga Ketua APPSI periode 2019-2023 itu, membagikan sejumlah foto kegiatannya selama di Bali. Dalam foto-foto tersebut, tampak Anies jadi rebutan foto banyak orang saat berada di lokasi.
Hal yang sama juga terlihat dari postingan yang dibagikan Ganjar di akun Instagram miliknya. Sejak hari pertama tiba di Bali, Ganjar kerap jadi sasaran foto banyak orang. Termasuk pria-wanita yang memakai seragam ASN Pemprov Bali.
Keriuhan makin terlihat, saat kedua kepala daerah yang juga bakal capres ini, bertemu. Adalah Ganjar yang mula-mula menyapa. Orang nomor satu di Jateng yang pada hari itu tampil mengenakan kemeja lengan panjang warna peach bercorak batik dengan ikat kepala khas Bali itu, memanggil Anies dari arah belakang.
Sapaan itu disambut hangat oleh Anies yang baru saja mengantar Wapres ke kendaraan dinasnya, usai membuka acara tersebut. Anies yang juga mengenakan ikat kepala khas Bali dipadu kemeja kuning corak batik lengan panjang, langsung menyalami Ganjar. Keduanya langsung berbincang-bincang akrab, layaknya sahabat yang baru bertemu. Sesekali Anies dan Ganjar tertawa lepas.
Sontak, momen langka di teras hotel itu, langsung dikerubungi banyak kamera. Baik kamera wartawan maupun peserta acara.
Tak berapa lama, Ganjar pamit dan berlalu. Sementara Anies pun menuju arah sebaliknya, yakni ke sekitaran aula penyelenggaraan acara.
Tidak begitu jelas apa yang diobrolin oleh keduanya dalam pertemuan singkat itu. Anies yang dikonfirmasi wartawan mengaku hanya ngobrol ringan, diantaranya soal keterlambatan Ganjar hadir di acara pembukaan Rakernas APPSI tersebut.
“Beliau menceritakan, tadi pesawatnya delay, sehingga tiba di sini acaranya sudah dimulai,” ungkap Anies.
Menurutnya, tidak ada momen spesial ataupun pembicaraan serius saat keduanya berpapas-papasan. Apalagi ngobrolin Pilpres. Sebab, di mata Anies, Ganjar bukanlah orang lain. Melainkan teman lama yang pernah satu kampus.
“Lho, Mas Ganjar sama saya ini sekampus, kuliah bareng, temenan lama, jadi ya biasa saja. Rutin kita ketemu,” tuturnya.
Anies juga ogah ditanya-tanya soal perkembangan dukungan parpol terhadap rencana maju di Pilpres mendatang. “Ya, kita lagi ngomong APPSI sekarang,” tutup Anies sambil berlalu.
Ganjar juga demikian. Seperti biasa, ia terlihat kurang nyaman jika ditanya-tanya soal Pilpres. Soal pertemuan dengan Anies, baginya juga bukan suatu hal yang istimewa. Karena, Anies adalah teman sekampusnya dan sering ketemu.
“Kamu ini kayak pengamat politik aja. Anies itu teman sekolah saya, gimana,” ujar Ganjar.Ia juga membantah disebut lirik-lirikan. “Gak lirik-lirikan, tatap-tatapan,”tegasnya.
Namun, bagi publik, khususnya awak media, pertemuan singkat Anies-Ganjar tersebut terbilang istimewa. Itu terlihat dari antusiasme para jurnalis mengejar keduanya dengan pertanyaan-pertanyaan yang lebih menjurus ke Pilpres. Bukan seputar Rakernas APPSI.
Seperti diketahui, meskipun Anies dan Ganjar belum secara resmi menyatakan maju di Pilpres 2024, sudah banyak relawan yang lahir. Relawan dari kedua tokoh itu, seperti berlomba-lomba mendeklarasikan dukungan kepada masing-masing jagoannya untuk nyapres.
Keduanya juga beberapa kali diketahui turun ke sejumlah daerah, dan kampus di seluruh Indonesia.
Sejauh ini, Anies maupun Ganjar memang kerap muncul di 3 besar elektabilitas tertinggi sejumlah lembaga survei, bersama Prabowo Subianto. Keduanya juga kian bersinar, lantaran tren elektabilitasnya cenderung meningkat. Berbeda dengan Prabowo, meskipun kerap memuncaki banyak survei, elektabilitasnya cenderung stagnan, bahkan anjlok.
Peneliti ahli utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro menilai wajar jika semua mata di acara APPSI tertuju ke Anies dan Ganjar. Namun, jika diteropong dalam sudut pandang kans Pilpres 2024, adalah Anies yang paling menjadi bintang di acara tersebut.
Selain faktor sebagai Ketua APPSI, secara politik, Anies lebih luwes dan terbuka. Karena bukan kader partai politik tertentu. Berbeda dengan Ganjar.
“Sementara Ganjar, di internal partainya yang akan diusung kan dari trah Soekarno. Jika itu keputusan partainya, maka tegak lurus, kunci mati itu. Kecuali Ganjar keluar dari PDIP,” kata Siti, dalam obrolan dengan Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Group) tadi malam.
Soal ucapan Ganjar soal tatap-tatapan dengan Anies bukan lirik-lirikan, kata Wiwiek, tidak bisa dimaknai sebagai kode rivalitas. Karena suasana kebatinan kedua Gubernur ini masih lebih kepada dapat atau tidak tiket untuk nyapres.
“Tidak melirik, tapi menatap saling menjajaki mungkin gak sih kita dicalonkan… He-he-he,” canda Wiwiek.
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menyoroti pernyataan yang sempat dilontarkan Ganjar soal tatap-tatapan. Menurutnya, itu jadi pesan politik bahwa Ganjar siap berkompetisi dengan Anies di Pilpres 2024.
“Ada statemen dari Ganjar, ‘kita ini tidak lirik-lirikan, kita ini tatapan’. Apakah itu bisa diartikan ganjar memberikan ruang untuk berkoalisi? Saya melihat malah sebaliknya, kata ‘tatapan’ ini bahasa simbolik bahwa Ganjar siap berhadap-hadapan dengan Anies,” jelasnya.
Kompetisi semacam ini, menurut Yunarto, wajar dalam negara demokrasi. “Kompetisi yang sehat, antara dua orang yang dianggap memang mewakili kubu yang berbeda, malah menurut saya bagus untuk demokrasi,” pungkasnya. (AY)
Artikel ini telah tayang di rm.id















Komentar