JAKARTA – Netizen +62 kembali menunjukkan kekuatannya dalam mengicaukan protes terhadap masalah yang viral di masyarakat. Kali ini, kekuatan netizen itu terbukti ampuh dalam menyikapi podcast Deddy Corbuzier yang menayangkan pasangan homo.
Kicauan netizen yang nyaring selama beberapa hari ini membuat Corbuzier nyerah. YouTuber berkepala plontos itu, akhirnya minta maaf dan mencabut video yang bikin gaduh tersebut.
Sejak podcast berjudul “Tutorial Jadi Gay di Indo” tayang pada Sabtu (7/5), Deddy jadi sasaran protes warga dunia maya dan dunia nyata. Warganet geram dengan eks pesulap itu, yang nekat mengundang pasangan homo bernama Ragil Mahardika dan Frederik Vollert sebagai bintang tamu. Murid dai kondang Gus Miftah itu, dianggap memberi panggung bagi kaum LGBT untuk eksis di Indonesia.
Tak hanya protes, berbagai gerakan untuk memboikot Deddy digaungkan sejumlah pegiat media sosial.
Mulai dari ajakan unfollow akun medsos milik Deddy, hingga hastag #UnsubcribePodcastCorbuzier terus dikampanyekan netizen sebagai bentuk protes terhadap Corbuzier dalam 3 hari terakhir.
Upaya netizen itu cukup berhasil. Deddy kehilangan 8 juta follower-nya di Instagram. Sebelum kejadian tersebut, Deddy masih memiliki 20 juta follower.
Namun, ketika video itu ramai dikritik warganet, jumlah follower Deddy terjun bebas ke angka 11,1 juta. Begitupun dengan subscriber Deddy di YouTube yang juga terus anjlok, dampak dari protes yang disampaikan warganet.
Kerasnya protes yang disampaikan warganet, akhirnya bikin Deddy angkat bicara. Tidak ingin kasusnya berkepanjangan, Deddy menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
“Seperti biasa, ketika gaduh di sosmed, saya minta maaf. Kebetulan masih dalam suasana bulan Syawal,” kata Deddy, kemarin.
Ayah satu anak ini menegaskan, tak pernah bermaksud melakukan kampanye terhadap kelompok LGBT di Indonesia. Sedari awal, Deddy mengaku cuma berniat memberi tahu publik bahwa fenomena LGBT itu nyata.
“Sejak awal, saya bilang tidak mendukung kegiatan LGBT. Saya hanya melihat mereka sebagai manusia,” ungkapnya.Presenter berbadan kekar ini juga setuju, LGBT merupakan prilaku yang tidak normal.
“Mereka menyimpang, saya paham. Dan, saya tidak mendukung hal itu, tapi fenomena itu nyata dan ada di sekitar kita. Itu yang saya bahas,” tegas publik figur yang mengawali karirnya sebagai pesulap itu.
Tak hanya meminta maaf, Deddy juga memutuskan menghapus video tersebut dari kanal YouTube miliknya.
“I’m taking down the video. But I still believe they are human. Hope they will find a better way. Sorry for all,” sebut dia.
Sementara, Ketua Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis yang sebelumnya sempat menyampaikan protes, mengapresiasi permintaan maaf Deddy.
Menurutnya, Deddy merupakan manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Sementara yang membedakan adalah kemauan untuk bertaubat.
“Kesalahan nge-podcast pasangan sejenis sudah minta maaf dan menghapus kontennya. Itulah taubatnya. Lebih baik lagi dijadikan pelajaran agar tak mengulang kembali yang serupa. Mudah-mudahan ini jadi kebaikan kita,” sambung dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.
Di dunia maya, warganet masih beragam menyikapi permintaan maaf Deddy. Ada yang memuji, tapi banyak juga yang masih dongkol.
“Baru minta maaf nih orang. Mikir makanya kalau mau undang tamu podcast. Dah berkurang subscribe-nya baru minta maaf. Dodol,” tulis @fds_fuad.
“Gitu aja terus sampe-sampe bebek berkokok. Mestinya ada rule yang jelas supaya para YouTuber tuh nggak kebablasan. Kalau masih kebablasan juga setelah dikasih batasan, ya auto disanksi,” harap @Panembahan_alit.
Akun @budiwidagdo2 mengingatkan Deddy agar tidak main-main dengan netizen.
“Power of netizen! Contoh people power, bukan kaleng-kaleng, langsung rontok followers-nya hampir setengah,” tukasnya. “Ciut dia.
Takut banyak yang unsubscribe atau berujung report kanalnya jadi memilih minta maaf,” timpal @BijiGanja18.
“Sudah viral baru minta maaf, kok bisa. Sekarang kan Indonesia udah smart people. Jangan salahkan yang nonton. Saya dukung kok,” pungkas @bams182. (AY)
Artikel ini sudah tayang di rm.id
















Komentar