oleh

Jonathan Christie Positif Covid, Tersingkir Dari German Open

JAKARTA – Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie alias Jojo dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR yang digelar panitia German Open, Kamis (10/3).

Hal itu dikonfirmasi Irwansyah, pelatih yang mendampingi tim bulutangkis Indonesia di Jerman.

“Di Jerman, tim Indonesia harus menjalani tes PCR dua hari sekali, karena vaksin pertama dan keduanya Sinovac. Tes dilakukan pagi hari lalu hasilnya akan keluar sore hari,” ungkap Irwansyah dalam rilis resmi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Jumat (11/.

“Saat Jojo bertanding melawan petenis Thailand Kunlavut Vitidsarn, hasil tes memang belum keluar. Baru setelah pertandingan, Jojo memberi kabar pada saya, bahwa dia dinyatakan positif. Sementara anggota tim yang lainnya, negatif,” lanjutnya.

Dalam pertandingan babak 16 besar itu? Jojo harus mengakui keunggulan Kunlavut dengan skor 20-22, 9-21. Otomatis, dia tersingkir dari German Open.

Irwansyah membeberkan, di gim kedua, Jojo mengaku semua ototnya kaku-kaku. Terutama di bagian paha.

Dia agak kecewa, karena bermain di bawah levelnya. Beda dibanding saat bertanding melawan Li Shi Feng sehari sebelumnya.

“Saya tidak kepikiran Covid-19. Tapi, mungkin itu gejalanya. Apalagi, di gim kedua, Jojo sering sekali menghirup nafas panjang. Seperti habis fisiknya,” ucap Irwansyah.

Usai dinyatakan positif, Jojo menjalani karantina di kamar hotel. Teman sekamarnya, Anthony Sinisuka Ginting dipindahkan ke kamar lain.

Ginting Juga Mengeluh Kaku

Ginting yang juga minggir dari German Open, kandas di babak 16 besar setelah dikalahkan Lakshya Sen dari India 7-21, 9-21 mengeluhkan hal yang sama kepada Irwansyah.

“Ginting ternyata mengeluhkan hal yang hampir sama saat bertanding. Ototnya kaku-kaku. Ini membuat saya sedikit tegang, karena Jojo dan Ginting satu kamar. Tapi hasil PCR Ginting negatif,” papar Irwansyah.

Dia mengaku belum bisa maksimal mengevaluasi permainan, karena ternyata kondisinya seperti ini.

Kalau dari sisi latihan dan persiapan, para pemain sudah sangat baik dan maksimal. Tidak ada kendala sama sekali.

Khusus Shesar Hiren Rhustavito atau Vito, Irwansyah menilai, dia sudah bermain bagus melawan Lee Cheuk Yiu.

Namun, di poin-poin kritis, situasinya tidak mengenakkan. Vito pun beberapa kali tampak ragu-ragu.

“Saya berharap dan berdoa, semoga hasil tes PCR besok  bagus hasilnya. Mohon doa dari semua masyarakat Indonesia, agar kami diberikan kesehatan dan kekuatan. Supaya bisa berlaga di All England pekan depan,” pungkas pelatih kelahiran 10 Juni 1974 itu. (AY)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya