oleh

Operasi Pasar Minyak Goreng Murah di Pamulang Laris Manis Diserbu Warga

PAMULANG – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar operasi pasar murah bagi masyarakat di Halaman Kantor Kecamatan Pamulang Tangerang Selatan, Selasa (11/1/2022).

Untuk kali ini, operasi pasar dilakukan untuk komoditas minyak goreng yang diketahui sejak akhir 2021 kemarin mengalami pelonjakan harga.

Dalam operasinya kali ini, minyak goreng dijual dengan harga hanya Rp14 ribu per liter.

Maka tak khayal, kegiatan operasi pasar ini mampu menarik perhatian warga untuk berbondong-bondong mengantre sejak pagi hari.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah lakukan operasi pasar murah, khususnya minyak goreng. Dua pekan lalu saya sudah cek turun ke lapangan, kelangkaan yang banyak terjadi adalah minyak goreng. Kali ini kita bekerjasama dengan Sinar Mas dan pemprov banten,” ujar Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan saat meninjau operasi pasar murah tersebut.

Pilar mengatakan, siapapun dapat memanfaatkan operasi pasar murah ini. Namun, satu orang hanya diperbolehkan untuk membeli sebanyak dua liter saja.

“Minyak goreng dengan murah, yaitu Rp14 ribu. Harga sekarang kan Rp20 ribu per liter. Alhamdulillah masyarakat antusias sekali. Satu orang maksimal dua liter, berlaku untuk siapapun, khususnya masyarakat Tangsel,” tuturnya.

Kali ini, sedikitnya terdapat 4.000 liter minyak goreng yang disediakan olehnya. Seluruhnya pun ludes diborong masyarakat Tangsel.

Sejumlah warga menyerbu operasi pasar minyak goreng murah di Kecamatan Pamulang, Tangsel. (tangselpos.id/rmn)

Kegiatan tersebut, kata Pilar, rencananya bakal dilanjutkan dan digelar di lokasi lain secara berkelanjutan.

“Kami ingin di Tangsel lebih dari lada satu titik. Jadi ketersediaannya diperbanyak lagi. Saya ingin di Ciputat, Pondok Aren, agar masyarakat berkumpul untuk mengikuti pasar murah seperti ini,” tuturnya.

Komoditasnya pun, kata Pilar, rencananya tidak hanya untuk minyak goreng saja. Namun juga beberapa barang yang langka dan mahal di pasaran.

“Ini yang pertama paling langka dulu (minyak). Mungkin ada opsi lain kita liat stok dulu. Seperti cabai, kalau cabai kan karena kemarin musim hujan. Akhirnya ketersediaannya menipis, beda hal dengan minyak goreng, ini yg kita utamakan tidak menutup opsi lain. Apakah ada CSR dengan distributor langsung kita kerjasama nanti kita ada opsinya,” terang Pilar.

Program ini pun nampaknya telah berhasil. Masyarakat merasa sangat dibantu dan diuntungkan dengan adanya penjualan minyak goreng murah ini.

Seperti halnya yang diungkapkan oleh Sumiati, 42. Menurutnya harga minyak ini dijual dengan sangat murah. Berbeda jauh dengan yang dijual di pasaran.

“Biasanya dua liter itu bisa Rp40 ribuan lebih. Ini saya beli Rp14 ribu se-liter, jadi Rp28 ribu dua liter. Sangat membantu,” ungkapnya usai mengantre lama.

Ia pun berharap agar program ini dapat diteruskan oleh Pemerintah Kota Tangsel, termasuk untuk komoditas lainnya.

“Ya semoga harga yang lain juga turun ya. Ini sangat membantu,” tandasnya. (RMN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya