PAMULANG, Penularan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang angkanya kini terbilang sangat tinggi, turut menjadi sorotan bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Seperti diketahui, penularan DBD selama tiga bulan awal 2022 ini tercatat telah mencapai 210 kasus.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie meminta kepada jajarannya untuk menindaklanjutinya.
Ia pun telah mewanti-wanti seluruh perangkat pemerintahannya hingga tingkat Kelurahan untuk mewaspadai kenaikan DBD ini sejak lama.
Ia meminta agar penyebaran DBD ini juga menjadi fokus, seperti halnya dalam hal penanganan Covid-19.
“Memang saya sudah wanti-wanti sejak lama, kepada seluruh lapisan termasuk camat, kelurahan juga bahwa jangan hanya fokus ke Covid-19 tapi juga DBD. Musim pancaroba saat ini ya memang peningkatan kasus DBD terjadi,” ujarnya Benyamin kepada awak media, Jumat (8/4/2022).
Benyamin mengatakan untuk mengantisipasinya, harus mencari cara mengatasi hingga ke akar. Dengan memutus mata rantai penyebarannya.
“Saya sudah antisipasi Jumantik Tangsel, tapi itu juga harus diikuti dengan peran dari satu rumah satu pemantau jentik, jadi harus ada orang-orang membasmi jentik,” terangnya.
Sebab jika tidak, nyamuk aedes aegypti yang menjadi sumber penularan itu akan terus dapat berkembangbiak.
“Jentiknya itu ada di bawah dispenser, ada di bawah kulkas, apalagi di dalam rumah. Makanya harus ada orang di dalam rumah yang membersihkan itu setiap hari,” tandasnya.(RMN).













Komentar