SERANG – Siswa SDN Ujungtebu 3 Kecamatan Ciomas, Serang, Banten, memiliki keterbatasan biaya untuk sekolah. Tak sedikit siswa sekolah itu bahkan tidak memakai sepatu saat bersekolah.
Kisah para siswa yang memiliki keterbatasan biaya itu dibagikan oleh Pariandi, guru kelas 4 UPT SDN Ujungtebu 3. Pariandi prihatin melihat kaki salah satu siswa berdarah karena tertusuk duri.
Siswa tersebut tertusuk duri karena tidak menggunakan sepatu ketika berlarian dan bermain.
“Banyak siswa berasal dari keluarga kurang mampu jadi mereka tak punya sepatu hanya sendal. Bahkan sendalnya kerap hilang saat ditinggal,” ujar Pariandi kepada berbuatbaik.id beberapa waktu lalu.
Pariandi mengatakan ada beberapa siswa memakai sepatu. Namun, ketika cuaca hujan para siswa terpaksa memakai alas kaki sandal karena sepatunya basah terkena hujan.
Menurut Pariandi, sepatu menjadi barang yang begitu jarang dan mahal dipakai anak-anak di sekolah ini. Padahal kaki-kaki kecil mereka membutuhkan sepatu.
Pihak sekolah pun tak bisa mewajibkan mereka bersepatu karena mengerti keadaan mereka. Rata-rata siswa di sekolah itu orang tuanya petani dan buruh.
“Mereka bahkan cuma bersepatu kalau ada hari penting. Padahal sepatu mereka penting karena mereka berjalan kira-kira 1 hingga 1-5 kilo ke sekolah,” tutur Efi, perangkat desa setempat. (NET/AY)















Komentar