oleh

Gubernur Banten Resmikan Wajah Baru Tugu Pamulang

PAMULANG – Bangunan Tugu Pamulang yang kini telah bermetamorfosis menjadi lebih megah dibanding dengan bangunan sebelumnya, kini telah diresmikan pada Sabtu (8/1/2022).

Peresmian tugu yang terletak di persimpangan Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan itu, langsung dipimpin oleh Gubernur Provinsi Banten, Wahidin Halim.

Ia menyampaikan, dengan wajah barunya ini Tugu Pamulang diharapkan dapat menjadi ikon dan kebanggaan warga Tangsel, khususnya Pamulang.

Kemegahan yang kini terlihat, ditempuh dengan jalan yang cukup panjang. Terutama setelah pihaknya menggelar sayembara desain, usai bangunan sebelumnya sempat diejek oleh warganet.

Wajah barunya kini, kata Wahidin, memiliki nilai filosofi. Mulai secara histori, hingga kultural.

“Tadi awalnya saya enggak ngerti, tapi lama-lama ngerti. Historical, sejarah, kultural diambil dari Kota Tangselnya, dan sejarah Bantennya dari berbagai simbol,” papar Wahidin.

Usai diresmikan, pemeliharaan bangunan tugu ini akan terus berlanjut dan menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi Banten.

Wajah baru Tugu Pamulang usai diresmikan. (tangselpos.id)

Namun, kata Wahidin, tak menutup kemungkinan jika nantinya aset ini dapat dilimpahkan ke pihak Pemerintah Kota Tangsel.

“Karena ini jalannya jalan kita (provinsi). Jalan provinsi ya kita bangun untuk masyarakat. kalau nanti mau dikelola oleh kota atau kabupaten, enggak ada masalah apa-apa,” terangnya.

Lebih lanjut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten Arlan Marzan menambahkan, proses pembangunan tugu yang kini menjadi kebanggaan warga Tangsel ini memakan waktu hingga hampir dua bulan.

Ia mengakui, jika target penyelesaian bangunan yang menjadi ikon Tangsel ini sempat mengalami keterlambatan.

“Hampir dua bulan kemarin kita alhamdulillah. Enggak tepat waktu sebenarnya. Ada Keterlambatan untuk pemasangannya. Kalau untuk materialnya itu tepat waktu. Untuk pemasangannya saja sampai satu minggu. Kemarin karena cuaca, terus kita juga banyak hal lah di akhir tahun ini,” terangnya.

Adapun, kata Arlan, setiap bagian dari bangunan tersebut memiliki berbagai arti.

“Khas Tangselnya banyak, itu ada bunga anggrek. Iitu kan jelas, kemudian motonya Tangsel ini kan cerdas, modern, dan religius. Ini sudah menggambarkan itu. Ada motif betawi juga di sini. Jadi kita integrasikan antara khas Pemprov Banten dan Tangsel. Tangselnya, kan gabungan dari Betawi dan Banten. Kita sudah berusaha maksimal dan ini prosesnya pun melalui sayembara,” tandasnya. (RMN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya