oleh

Begini Curhatan Pengusaha Hotel dan Resto di Kota Tangsel

SETU-Pengusaha restoran dan hotel curhat ke pimpinan DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Mereka mengeluhkan omset yang menurun dengan adanya PPKM Darurat.

Para pengusaha yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tangsel itu berharap wakil rakyat mampu memberikan solusi di tengah kesulitan seperti ini. Kedatangan PHRI tersebut diterima langsung Ketua DPRD Kota Tangsel Abdul Rasyid, dan Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel Iwan Rahayu, Li Claudia Chandra, dan Mustopa.

Ketua PHRI Kota Tangsel, Gusri Efendi mengatakan, istilah kibar bendera putih atau lempar handuk, bukan bentuk perlawanan bagi para pengusaha hotel dan restoran. Tetapi sebagai bentuk keprihatinan dengan kondisi saat ini, terlebih lagi PPKM Level 4 yang terus diperpanjang.

“Lempar handuk atau bendera putih itu bukan bentuk perlawanan ya, tetapi ini sebuah ekspresi dari kami yang bisa dibilang sudah hampir menyerah dengan kondisi saat ini. Dan kami datang ke DPRD untuk menyampaikan aspirasi kami sebagai pengusahaa yang saat ini tengah dalam kesulitan,” ujarnya.

Gusri juga menceritakan kondisi hotel dan restoran saat ini yang sudah semakin lesu. “Rata-rata tamu di hotel antara 15-20 persen, padahal listrik dan pegawai tetap costnya. Kalau ini terus diperpanjang, daya tahan kita sudah tidak punya,” ujarnya.

Dia menambahkan, kondisinya semakin lesu. “Orang datang ke restoran kan utamanya pengen nongkrong, kalau dine in mending cari warteg lebih murah. Ya itu tadi, kapasitas daya jual 15-20 persen. Cost karyawan 20 persen, penerimaan 10 persen, jadi hitung sendiri saja kondisinya,” tegasnya.

Lanjut Gusri, setelah berdiskusi dengan DPRD, maka salah satunya ialah bagaimana seluruh pihak harus bekerjasama untuk bisa membawa Kota Tangsel turun menjadi Level 2.

“Misalnya saat ini kita dorong terus agar program vaksinasi bisa berjalan, dan capai target sampai akhir Agustus ini bisa mencapai 60 persen. Agar bisa turun level,” tukasnya.

Sementara, Ketua DPRD Kota Tangsel, Abdul Rasyid mengatakan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi kedatangan PHRI ke DPRD Kota Tangsel untuk bersama-sama merumuskan solusi yang terjadi saat ini di Kota Tangsel akibat pandemi Covid-19.

“Ini bagian dari salah satu potret kolaborasi tiga aktor utama dalam konteks pembangunan, yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat. Kita kan refresentasi dari masyarakat, dan PHRI dari swasta, dan dalam diskusi atau forum ini bagaimana kita bersama-sama bisa menurunkan level 4 menjadi level 2,” ujarnya.

Lanjut politisi Golkar yang akrab disapa Ocil ini, dari forum tersebut timbul kesepakatan, bagaimana percepatan proses vaksinasi. Agar bisa menekan angka penularan Covid-19.

“Terutama mempercepat proses vaksinasi, itu yang kita sepkati tadi, dan beberapa poin lainnya. Artinya kita semua harus berkolaborasi agar masalah seperti ini cepat selesai,” pungkasnya. (dra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya