PANDEGLANG – Festival Marhaban yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pandeglang bersama Nahdlatul Ulama (NU), sejak pekan ketiga Februari 2022 akhirnya selesai. Kegiatan dalam rangka rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP ke-49 dan Harlah NU ke-96 ini diikuti sekitar 90 kelompok peserta, baik dari pondok pesantren (ponpes), ibu-ibu pengajian hingga pengajian remaja.
Dari perhelatan babak 10 besar Festival Marhaban, Tim Marhaba dari Ponpes Mabdaul Quran 2 Cisata, meraih juara pertama dengan peraihan hadiah sebesar Rp 5 juta.
Juara kedua disusul oleh Tim Marhaba dari Majelis Ta’lim Roudhotul Falah PAC Pandeglang, dengan meraih hadiah Rp 3 juta. Kemudian juara ketiga disusul oleh Tim Marhaba dari Kampung Menes Masjid, Kecamatan Menes dengan meraih hadiah Rp 2 juta.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Banten, Eri Suhaeri mengungkapkan, gelaran Festival Marhaban yang dilangsungkan selama hampir satu bulan tersebut di kawasan Majelis Dzikir Nurul Hayat di Kampung Citamiyang, Kecamatan Menes, ini telah selesai dengan lancar dan aman.
Anggota DPRD Provinsi Banten ini menerangkan, sekitar 90 peserta yang tampil, terdapat 10 besar perserta terbaik. Kemudian setelah melalui proses seleksi dewan juri, dari 10 besar itu juga telah melahirkan satu peserta terbaik yang meraih juara pertama.
“Untuk kejuaraan dari babak 10 besar, diambil juara utama 1 sampai 3 dan juara harapan 1 sampai 3 selanjutnya juara hiburan. Dan untuk juara pertama diraih oleh tim Marhaba dari Ponpes Mabdaul Quran 2 Cisata,” ungkap Eri Suhaeri, usai menyerahkan hadiah Festival Marhaban yang dilaksanakan bersamaan dengan acara Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad Saw, Minggu (6/3/2022).
Dikatakannya, kegiatan ini bukan semata-mata kejuaraan yang memperbutkan hadiah. Namun yang paling utama adalah ikhtiar bersama dalam melestarikan budaya Islam Nusantara serta untuk mempererat tali silaturahmi.
“Haparan besar kami, melalui Festival Marhaban ini masyarakat di masing-masing wilayahnya supaya bisa melestarikan budaya Islami ini,” katanya.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Pandeglang, Syaeful Bachri menyampaikan, rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan rangkaian Festival Marbahan yang digelar dengan kerja sama NU.
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung kegiatan ini dan kami harap acara seperti ini bisa menjadi agenda rutin. Selain untuk melestarikan budaya Islam dan juga untuk mempererat tali silaturahmi,” singkatnya.
Sementara, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDI Perjuangan Pandeglang, Raden Deden Hertandi mengharapkan, umat muslim di Pandeglang bisa terus melestarikan marhaban. Menurutnya, marbahan merupakan salah satu warisan penyebar ajaran Islam di Nusantara yang perlu terus dijaga.
“Saya harap ini tidak hanya sebatas festival, tapi lebih dari itu. Kita harus bersama-sama melestarikan budaya yang tentunya mengandung nilai-nilai luhur ajaran Islam. Kami harap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin partai (PDIP, red) dan juga organisasi-organisasi lainnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pandeglang, Abdul Aziz, saat pembukaan Festival Marbahan, Senin (21/2/2022) mengatakan, kerja sama ini tidak lain untuk menyatukan visi misi NU dan PDIP. Menurut dia, visi misi keduanya hampir sama, karena bagaimanapun kader PDI Perjuangan hampir semua merupakan warga NU. Maka tidak salah jika PDI Perjuangan bekerja sama dengan NU untuk menggelar festival marhaban.
“Sebab sama (kader, red) PDIP ketika cukuran selalu marhabaan. Di sini (Majelis Dzikir Nurul Hayat, red) juga rutin menggelar pengajian. Salah kalau dikatakan warga Pandeglang itu wahabi, warga Pandeglang mayoritas adalah Nahdliyin. Ayo kita sama-sama memajukan dan memelihara tradisi NU,” ujar Abdul Aziz.(rie)
















Komentar