oleh

Karena Belum Vaksin , Petenis Novak Djokovic Tidak Bisa Main di Australia Open 

AUSTRALIA – Mimpi petenis Novak Djokovic untuk menjuarai Australia Open 2022 kandas. Pemerintah Australia membatalkan Visa nya karena petenis tersebut belum Vaksin. Turnamen bergengsi Australian Open sendiri akan digelar mulai 17 Januari mendatang.

Juara Australian Open sembilan kali itu ditahan di bandara, beberapa jam sebelum polisi perbatasan mengumumkan dia tidak memenuhi aturan masuk, dan akan segera dideportasi.

PM Australia Scott Morrison menegaskan, tak ada seorang pun yang bisa melampaui aturan negaranya. Namun, Djokovic dilaporkan telah menantang keputusan tersebut.

Tak lama setelah Djokovic tiba di Melbourne, otoritas berwenang menegaskan, pihaknya tidak menerima visa yang mengizinkan pengecualian medis karena tidak divaksinasi.

Sejauh ini, Djokovic memang belum berbicara tentang status vaksinasinya. Namun, tahun lalu, petenis kelahiran 22 Mei 1987 itu memberikan isyarat menentang vaksinasi.

Dalam pernyataan resminya, polisi perbatasan Australia mengatakan, Djokovic gagal memberikan bukti yang memadai sebagai syarat memasuki wilayah Negeri Kanguru. Karena itu, visa Djokovic dicabut.

“Non warga negara yang tidak memiliki visa masuk yang valid, atau visanya dibatalkan, akan ditahan dan dikeluarkan dari Australia,” demikian bunyi pernyataan tersebut, seperti dilansir BBC, Kamis (6/1).

Soal ini, Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt mengatakan, warga Australia telah berjuang keras menjalani program vaksinasi Covid-19. 

Di banyak negara bagian dan teritori yang berbeda, warga Australia wajib menunjukkan bukti vaksinasi.

“Aturan serupa juga kami terapkan kepada siapa pun, yang memasuki Australia. Ini bukan aturan yang tidak masuk akal,” jelas Hunt dalam program Channel 7 News Sunrise, seperti dikutip BBC, Kamis (6/1).

Perdana Menteri Australia Scott Morrison lebih tegas lagi.

“Visa Djokovic telah dibatalkan. Aturan adalah aturan. Terutama, jika menyangkut urusan perbatasan negara kami. Tak seorang pun bisa melampaui aturan tersebut,” ujar Greg melalui akun Twitternya.

Perlakuan pemerintah Australia ini memicu kemarahan di negara asal Djokovic, Serbia. Sang ayah, Srdjan Djokovic mengatakan, anaknya berada di sebuah ruangan yang dijaga polisi.

“Ini bukan hanya pertarungan untuk Novak, tapi untuk seluruh dunia,” kata Srdjan dalam sebuah pernyataan yang dirilis ke media.

Sementara Presiden Serbia Aleksander Vucic mengatakan, Djokovic telah menjadi korban pelecehan. Ia memastikan, seluruh Serbia mendukungnya.

Australia melaporkan puluhan ribu kasus Covid-19 untuk pertama kalinya, setelah menjalani pembatasan paling ketat di dunia.

Namun, masih ada warga yang tidak dapat melakukan perjalanan antarnegara bagian atau global, karena ketatnya aturan terkait vaksinasi di negara tersebut.

Terkait hal ini, banyak warga Australia menuding pemerintah telah membiarkan orang berduit dan terkenal, untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Sementara orang biasa, terpisah dari orang-orang terkasih yang sakit dan sekarat.

Namun, anggapan tersebut tak terbukti pada kasus Djokovic. (RM.id/AY)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya