oleh

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Pemkot Tangsel Luncurkan Program Ini

SERPONG-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mengusung program Momentum Private Healthcare Delivery (MPHD) dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) swasta yang melayani kesehatan ibu dan anak.

Program ini guna mengurangi dan menekan angka stunting di Kota Tangsel. Kegiatan launching MPHD dilaksanakan di Serpong, Rabu (3/11).

Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menjelaskan saat ini Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka kematian Balita (AKB) terus menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun. Untuk tahun ini saja tercatat bahwa hanya empat kematian ibu dari 1.000 angka kelahiran. ”Sementara angka kematian bayi yakni tiga dari 1.000 kelahiran,” ujar Pilar.

Dia menambahkan, saat ini program penekanan AKI, AKB, dan Stunting ini didukung dengan fasilitas kesehatan. Yang juga tidak hanya berasal dari pemerintah melainkan juga dari pihak swasta yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Tangsel.

“Sebanyak 30 Rumah Sakit yang terdaftar di Kota Tangsel. Tiga di antaranya merupakan rumah sakit milik pemerintah dan 27 lainnya merupakan milik swasta yang juga sudah berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan,” terangnya.

Pilar menerangkan, bahwa dengan program ini ditambah dengan fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh Tangsel bisa dan mampu mencapai harapan Kota Tangsel yang ideal. Karena pelayanan yang diberikan cepat dan efisien.

Selain program MPHD ini, Pilar juga menyampaikan, bahwa terdapat puluhan Puskesmas yang dimiliki oleh Kota Tangsel. Dimana Puskesmas ini memiliki fasilitas pengobatan jemput bola. Hal ini memudahkan masyarakat terutama mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk datang langsung.

Pilar mengungkapkan, MPHD bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di fasilitas pelayanan kesehatan swasta, meningkatkan kebijakan dan peraturan yang lebih baik yang memungkinkan keterlibatan sektor swasta dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas, serta meningkatkan koordinasi dan integrasi sistem kesehatan swasta dan pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin mengungkapkan, MPHD ini upaya untuk menekan tingginya angka kematian ibu dan bayi baru lahir dilakukan melalui peningkatan manajemen sistem kesehatan, keterlibatan swasta dan keterpaduan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah serta swasta sehingga mutu layanan fasilitas pelayanan kesehatan dapat memenuhi standar dan angka kematian ibu dan angka kematian bayi baru lahir dapat dicegah.

Upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi merupakan dua isu utama dari lima isu strategis dalam rencana kerja Dinas Kesehatan Kota Tangsel.

“Oleh karena itu, sebagai bagian dari upaya untuk membangun komitmen secara formal para pemangku kepentingan di Kota Tangsel juga guna mensosialisasikan program MPHD secara luas, tim MPHD bekerjasama dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Kesehatan menyelenggarakan kegiatan Soft Launching atau peluncuran Program MPHD ini,” jelasnya.

Kegiatan ini merupakan satu langkah pembuka dalam membangun komitmen untuk bekerjasama dengan erat dan sinergis dengan pemangku kepentingan dan pemerintah daerah dalam upaya peningkatan kualitas dan akses pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di Kota Tangsel.(irm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya