BANDUNG – Karangan bunga duka cita dari berbagai pihak atas wafatnya Emmeril Kahn Mumtadz (Eril), putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mulai tampak di depan Gedung Negara Pakuan atau Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat, Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung, Jumat (3/6).
Setelah sepekan pencarian tak menunjukkan titik terang, Eril yang terseret arus saat berenang di Sungai Aare, Bern Swiss pada Kamis (26/6), dinyatakan tenggelam.
Pihak keluarga juga sudah ikhlas dan menerima.
Hari ini, Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat (MUI Jabar) juga menyerukan seluruh warga muslim di wilayahnya, agar melaksanakan shalat ghaib setelah shalat Jumat.
“Tadi setelah selesai Shalat Jumat, karangan bunga sudah ada yang pada mengirim ke sini,” kata Tono, seorang pedagang di depan Gedung Negara Pakuan, seperti dikutip ANTARA, Jumat (3/6).
Karangan bunga itu antara lain datang dari Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Hendro Pandowo, Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna, dan jajaran pemerintahan lainnya.
Ada juga dari sejumlah tokoh politik seperti Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono, dan Ketua DPD Partai Gerindra Taufik Hidayat.
Warga pun tak mau ketinggalan. Mereka memasang bunga dengan tempelan foto Eril di pagar Gedung Pakuan. Puluhan tangkai bunga itu merupakan kiriman inisiatif dari warga sekitar wilayah Cicendo.
Teguh (29), sebagai perwakilan warga, mengatakan bunga yang dipasang di pagar itu adalah wujud duka cita warga Cicendo atas wafatnya Eril.
Dia pun berharap, keluarga Ridwan Kamil bisa tetap tegar dan diberi kekuatan dalam menghadapi musibah kehilangan seorang anggota keluarganya tersebut.
“Ini bunga dari warga sekitar. Kami menyampaikan empati, dan dukungan ke Pak Gubernur,” ujar Teguh (HES/AY/ rm.id)
















Komentar