oleh

Isu Reshuffle Muncul Kembali Zul Hasan Siap-siap Masuk Kabinet

JAKARTA – Isu reshuffle yang sudah lama tenggelam, tiba-tiba nongol lagi. Isu ini dengan cepat memanas karena mendapat respons langsung dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno.

Dengan munculnya kembali isu reshuffle, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan siap-siap masuk kabinet. 

Isu kocok ulang kabinet sebenarnya bukan barang baru. Isu ini sudah muncul sejak Agustus tahun lalu, atau tak lama setelah Presiden Jokowi memperkenalkan PAN sebagai bagian dari koalisi pemerintah. Sejak saat itu, hampir tiap bulan, isu reshuffle muncul tenggelam. 

Di November dan Desember, isu ini kembali mencuat seiring terbitnya Perpres yang mengatur posisi wakil menteri ESDM. Jabatan tersebut disebut-sebut akan diberikan kepada para pendukungnya.

Namun, heboh reshuffle di akhir tahun itu, seperti petir di siang bolong atau mendung tanpa ujan. Hanya bikin ramai, tapi tak kejadian sama sekali. 

Saat itu, Pratikno menepis rencana reshuffle dan menyatakan pemerintah tengah fokus menangani pandemi Covid-19. Ia pun meminta para menteri tidak terpengaruh dengan kabar reshuffle kabinet. 

Setelah enam bulan yang tenang, isu reshuffle tiba-tiba saja nongol lagi. Dari informasi yang beredar di kalangan wartawan, reshuffle akan digelar pertengahan bulan ini.

Nah, kali ini Pratikno memberikan kode. Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mengatakan, jika pun nanti ada kocok ulang kabinet, hal tersebut dilakukan semata-mata untuk merespons perubahan ekonomi global yang dinamis. 

“Ini kan banyak sekali permasalahan yang harus ditangani secara cepat. Ekonomi global sangat dinamis. Kita harus sangat responsif. Pandemi kita juga harus antisipatif. Jadi, kita fokus kerja,” kata Pratikno, di Kompleks Parlemen Senayan, kemarin. 

Soal kabar reshuffle yang akan digelar pertengahan bulan ini, Pratikno tak banyak berkomentar. Namun, ia berjanji akan memberitahu awak media bila tanggal reshuffle sudah dekat.

“Sekarang tanggal berapa? Ya, nanti kalau sudah ada jadwal, bocorin dikit-dikit,” kata dia, sambil tersenyum.

Soal siapa menteri yang akan diganti dan siapa yang akan direkrut, Pratikno makin irit komentar.

“Nanti saja lah ya,” ujarnya, sambil meninggalkan wartawan. 

Bagaimana tanggapan parpol koalisi mengenai isu ini? Politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan, tak mau berkomentar banyak. Kata dia, reshuffle adalah hak prerogratif presiden.

“Biar presiden yang mempertimbangkan secara cermat dan kami yakini pasti akan berkonsultasi dengan ketua umum,” kata Hendrawan, kepada Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Group) tadi malam. 

Sepekan sebelum isu ini nongol, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sudah memberikan sinyal. Kata dia, urusan reshuffle adalah urusan presiden untuk evaluasi menterinya. Jadi tak perlu lah diributkan karena hanya akan mengurangi energi.

“Misal presiden melakukan evaluasi, mengapa minyak goreng langka? Mengapa pergerakan ekonomi rakyat tidak secepat yang beliau harapkan? Presiden bisa melakukan evaluasi dan menentukan dengan hak prerogatif siapa yang akan menjadi pembantu beliaum Jadi, kita tidak perlu meributkan hal itu (reshuffle),” kata Hasto, akhir Mei lalu.

Lalu bagaimana tanggapan PAN? Ketua Fraksi PAN di DPR, Saleh Partaonan Daulay mengaku, baru mengetahui isu reshuffle dari media, kemarin. Kata dia, reshuffle adalah hak prerogratif presiden. Jadi partainya akan menaati apapun keputusan presiden terkait ini. 

Karena itu, kata dia, partainya tidak dalam posisi mendesak atau memberikan komentar atau semacam memberikan pandangan terkait ini.

“Namun, bila nanti PAN diminta untuk menugaskan kadernya dengan senang hati kami akan menugaskan kader terbaik,” kata Saleh, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, tadi malam.

Anggota DPR dari dapil Sumatera Utara 2 ini menjelaskan, PAN memang belum diberikan posisi di kabinet. Namun, posisi PAN adalah mendukung pemerintah untuk menuntaskan program di jilid kedua. 

Apakah sudah ada pembicaraan Presiden dengan Zulkifli Hasan? Saleh mengaku tidak tahu. Ia pun tak mau kegeeran. Kata dia, isu reshuffle kan sudah beberapa kali muncul. Karena seringnya muncul bahkan bikin orang tidak mau membicarakan soal ini.

Soal komentar Pratikno, anggota Komisi IX DPR ini mengatakan, kalau memang ada reshuffle segeralah melakukan itu. Karena sisa waktu tinggal sedikit lagi, pekerjaan rumah masih banyak. Kinerja kabinet jangan ditunda jangan dilama-lamain.

“Kami tidak akan ikut campur,” ucapnya. 

Apakah isu ini akan hilang atau jadi kenyataan, pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengatakan, sangat mungkin ada reshuffle.

“Menteri ekonomi bisa kena, tapi menurut saya reshuffle belum dalam waktu dekat ini,” kata Hendri, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI ini mengatakan, ada alasan kenapa menteri ekonomi yang kena. Karena ada kaitannya dengan naiknya harga barang pokok, kelangkaan minyak goreng, tentang tenaga kerja. 

Senada disampaikan Pengamat Politik dari UIN Jakarta Pangi Syarwi Chaniago.

“Saya harap kali ini benar-benar ada reshuffle,” ucapnya, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Menurut dia, ada beberapa alasan kenapa reshuffle perlu dilakukan dalam waktu dekat ini. Beberapa di antaranya adalah sebagian menteri sudah tidak fokus bekerja membantu presiden, tapi sibuk dengan agenda pilpres.

“Grasa grusu agenda pilpres. Ini sudah konflik kepentingan dan bukan membantu, malah membebani presiden,” kata Pangi. 

Siapa yang akan kena? Kata Pangi, itu hak prerogratif presiden. Ia sejak jauh hari mengingatkan para menterinya agar mematut diri. Jangan sampai membebani kerja presiden. Jadi kalau tak mau diberhentikan sebaiknya mundur. 

Menurut dia, Jokowi tampaknya tidak akan mengurangi jatah partai. Karena mengurangi jatah parpol tentu akan bikin konflik baru yang kontra produktif. Kalau pun ada menteri dari parpol yang diganti, Presiden sepertinya akan minta wajah baru yang lebih fresh. Yang benar-benar bisa membantu kerja presiden. 

Alasan lain reshuffle untuk mengakomodir PAN yang sudah masuk koalisi pemerintah. “Jadi mungkin 1 atau 2 kader PAN akan masuk kabinet,” tuntasnya. (AY/ rm.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya