JAKARTA – Kementerian Kesehatan melaporkan adanya dua penambahan kasus transmisi lokal Covid-19 varian Omicron di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (2/1). Sehingga, total kasus Omicron di Indonesia saat ini telah mencapai 138, dengan rincian 135 kasus impor dan tiga kasus transmisi lokal.
“Yang terbaru adalah dua orang warga Surabaya, diketahui keduanya habis berlibur ke Pulau Bali bersama keluarga besar,” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (2/1).
Kedua pasien tanpa gejala itu sudah dievakuasi, dan kini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah sakit.
Pemerintah selalu memantau peningkatan risiko penularan Covid-19, baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus bekerja sama dengan semua pihak untuk memantau, terutama jika muncul potensi kluster baru.
Hal ini dapat mempercepat investigasi dan penilaian, apakah ada keterkaitan dengan varian baru Omicron atau tidak.
“Varian Omicron memiliki tingkat penularan yang tinggi dengan risiko sakit berat yang rendah. Meskipun demikian, masyarakat harus tetap waspada karena situasi dapat berubah dengan cepat. Untuk itu upaya pencegahan dan pengendalian harus tetap berjalan,” beber Nadia.
“Dengan ditemukannya lagi kasus transmisi lokal ini, pemerintah kembali mengingatkan dan meminta masyarakat untuk mengurangi mobilitas. Hindari kerumunan, dan juga selalu memakai masker. Mari kita ajak saudara-saudara kita yang belum divaksin, untuk bersegera,” pungkasnya. (RM.id/AY)
















Komentar