CIPUTAT-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan zona 3 Rumah Lawan Covid-19 (RLC-19), di Ciater, Serpong. Langkah ini diambil sebagai upaya mengantisipasi potensi gelombang ketiga Covid-19 di libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Koordinator RLC-19, Suhara Manullang mengungkapkan, pihaknya telah mempersiapkan zona 3 untuk pasien karantina Covid-19. Dengan berdirinya zona 3, RLC-19 total kini memiliki kapasitas 336 tempat tidur untuk pasien Covid-19 yang menjalani karantina di RLC-19.
“Dari pengalaman gelombang 2, nyatanya banyak masyarakat tidak mendapat pelayanan, karena penuh dari hilirnya termasuk RLC. Akhirnya mereka isolasi di rumah karena tidak tertangani. Nah rapat dengan Wali Kota dibuatlah zona 3. Jadi RLC punya zona 3 sekarang di depan,” terangnya, kemarin.
Suhara melanjutkan, berkaca dari gelombang 1 dan 2 kasus Covid-19 yang tidak tertangani, Pemkot mendirikan zona 3 ini. “Jadi kita sampaikan gelombang pertama evaluasi, membangun zona 2 ternyata betul gelombang 2 terjadi walaupun kita kedodoran, melonjak sampai daftar tunggu puluhan orang,” paparnya.
Meski demikian, zona 3 masih berstatus antisipasi. Dan, ia berharap lonjakan kasus Covid-19 tidak terjadi di gelombang 3. “Standby zona 3 tinggal tenaga kita fungsikan. Pengalaman pada dua gelombang sebelumnya, selalu punya plan B dengan Dinas Kesehatan, saat terjadi lonjakan ada perbantuan dari Dinas Kesehatan,” pungkasnya.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie meminta Satgas kecamatan dan kelurahan untuk menelusuri jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19 guna menjalani isolasi terpusat di RLC. Saat ini 39 orang terdata positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri.
“Sebelum itu, kita ada 39 masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah-rumah. Saya ingin percepatan pemulihan kesehatannya. Maka tadi saya mintakan nama-nama yang 39 orang itu serahkan ke camat, puskesmas, dan lurah,” terang Benyamin.
Data dari Dinas Kesehatan Kota Tangsel menyebutkan ada 39 kasus aktif Covid-19 di Kota Tangsel. Dengan tidak ada pasien dalam perawatan dan meninggal dunia.
Benyamin juga menegaskan, saat ini tidak ada pasien Covid-19 yang ditangani di RLC. Meski begitu, seluruh fasilitas dan tenaga medis di RLC tetap disiagakan untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus pasca Nataru. “RLC dipersiapkan, khawatir terjadi lonjakan kasus pasca Nataru,” paparnya. (dra)
















Komentar