oleh

Rumah Inspiratif dan Kagama Tangsel Gelar Dialog Green Economy

SERPONG-Rumah Inspiratif dan Kagama Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar bincang-bincang Green Economy dengan tema “Green Economy Dalam Jiwa Entrepreneur” pada Jumat (29/10) di Kampung Anggrek Resto, Serpong.

 Ketua panitia, Djay mengatakan, tujuan acara ini untuk mengetahui dan menginformasikan kepada masyarakat tentang pentingnya semangat green economy bagi para pelaku bisnis. Karena masih banyak para pelaku usaha yang belum paham green economy.

 Pengisi materi datang dari Founder Rumah Inspiratif dan Ketua Kagama Tangsel, H Didik Purwadi, akademisi Binus University pakar branding dan marketing Rujiyanto, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel Deden Deni.

 Didik Purwadi mengatakan, ada ancaman yang dahsyat selain Covid-19. Yakni perubahan iklim. Contoh ada fenomena di Bali, ribuan burung mati termasuk di Wonosobo 10. 000 burung pipit mati. Karena fenomena lingkungan yang dikhawatirkan imbas dari hujan asam di atmosfer. Banyak CO2 dan emisi gas karbon. Acaman itu akan terjadi.

 “Bicara economy bicara improvement, paham kapitalis yang banyak dianut banyak negara boros energi. Tidak sutainable kalau diteruskan anak cucu tidak dapat apa-apa. Terumbu karang hilang aneka ragam hayati dan sources menipis,” ungkap Didik.

 Pakar branding dari Binus University Rujiyanto mengatakan, ketika bicara green economy tidak hanya bicara suistenable angka-angka dan dampak lingkungan saja. Green artinya hijau. Hijau identik dengan daun dan lingkungan itu pasti yang menarik pada November.

 Dirinya bercerita diundang pameran internasional poster terkait lingkungan. Karya yang ia kirimkan berjudul white polution. Ternyata white polution jadi problem di dunia, Indonesia penyumbang sampah plastik terbesar.

 “Green economy kepentingannya sebenarnya untuk merubah perilaku wirausaha selain menyadari pentingnya lingkungan hidup, bagaimana betul-betul ciptakan produk yang ramah lingkungan. Bagaimana cara menjualnya. Bagaimana menjual produk dengan kantong yang ramah lingkungan sehingga jadi mahal,” tegasnya.

 Kabid UKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel, Anafrizal menjelaskan, dalam menjalankan kebijakan Pemkot Tangsel tentu ada rambu-rambunya ketika ada pihak-pihak melakukan sesuatu. Inilah yang perlu dijaga agar tidak terdampak kepada masyarakat Tangsel.

 “Kita berharap dengan green economy, UMKM kedepan semakin maju jangan mundur di tengah jalan. Dengan kapasitas ini Pemkot Tangsel mendukung dengan memfasilitasi, sarana dan prasarana. Dari usaha start up UMKM ini berkembang tentu ada indikator mulai dari izin, kemasan dan lain sebagainya,” tambah ia.(rls/din)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya