BINTARO – Sejak dua pekan terakhir, antusiasme masyarakat di kota-kota besar untuk mendapatkan vaksinasi penguat atau booster meningkat pesat. Bahkan mereka rela mengantre di sentra-sentra vaksinasi.
Ada dua hal yang jadi penyebab naiknya keinginan masyarakat untuk mendapatkan booster. Pertama, vaksinasi booster mampu menangkal Covid varian Omicron. Kalau pun kemudian terpapar, sebagian besar OTG (Orang Tanpa Gejala) atau bergejala ringan.
Kedua, mereka yang sudah di-booster akan mendapatkan kemudahan saat mudik Lebaran. Yaitu, tak perlu tes antigen lagi.
Oleh karena itu, pihak Kemenkes, dinas kesehatan provinsi, kota dan kabupaten mesti secepatnya menambah jumlah sentra vaksinasi dan booster.Kita berharap, Puskesmas dan Puskesmas Pembantu buka hingga malam hari khusus untuk melayani warga yang ingin mendapatkan booster.
Tujuannya, supaya akses rakyat kecil untuk mendapatkan vaksinasi dan booster, terbuka lebar.
Kalau jumlah sentra vaksinasi dan booster ditingkatkan tiga kali lipat, sebulan ke depan ini, puluhan juta calon pemudik bisa memperoleh booster.
Kita juga berharap, mal-mal dan pusat perbelanjaan membuka gerai vaksinasi dan booster hingga malam hari.
Dengan semakin banyaknya orang yang divaksinasi booster, angka positif Covid harian diharapkan menurun lebih cepat.
Kalau vaksinasi dan booster bisa dikebut, kita berharap akhir tahun 2022 ini pandemi Covid bisa berubah menjadi endemi.
Gerakan vaksinasi nasional memang tak boleh kendor. Sebab hanya dengan vaksinasi dan booster plus penerapan protokol kesehatan, kita bisa menekan angka penularan Covid.
Kita juga ingin, kondisi yang semakin membaik sejak tiga pekan terakhir, terus dijaga. Caranya, buka seluas-luasnya akses booster untuk rakyat kecil. Terutama mereka yang akhir bulan ini ramai-ramai akan mudik Lebaran.
















Komentar