oleh

Pastikan Evakuasi WNI di Ukraina Dengan Selamat

JAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, proses evakuasi WNI di Ukraina untuk keluar negara yang tengah diinvasi Rusia itu berlangsung tidak mudah. Pertempuran masih terjadi. Banyak pihak dilibatkan.

“Situasi di Ukraina sampai saat ini masih sangat dinamis dan berubah dengan cepat,” kata Menlu Retno dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Selasa (1/3).

Selain itu, keberadaan WNI juga tidak terkonsentrasi di satu kota. Melainkan tersebar di sejumlah daerah di Ukraina. Banyak pihak dilibatkan, untuk memastikan keselamatan WNI yang dievakuasi.

“Mulai dari otoritas Ukraina, Rusia dan ICRC atau Palang Merah Internasional. Sementara di internal, Kemlu juga secara intensif berkoordinasi dengan BAIS, BIN dan Kementerian Lembaga terkait lainnya.

Termasuk sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dikerahkan. Mulai dari KBRI di Kiev, Warsawa, Bucharest dan Moscow.

“Jalur evakuasi, terutama dari Kiev, sempat dikaji ulang mengingat munculnya situasi yang menyulitkan jika evakuasi dilakukan ke arah Lviv,” tandasnya.

Jumlah WNI Di Ukraina

Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) memperbarui data WNI di Ukraina. Direktur Perlindungan WNI/Badan Hukum Indonesia Kemlu Judha Nugraha menjelaskan, Sabtu (26/2), terdapat perkembangan jumlah WNI yang ada di Ukraina. Saat ini tercatat ada 153 WNI tercatat dalam data base terbaru KBRI Kiev.

Judha menambahkan, jumlah WNI terbesar saat ini terdapat di Kiev yakni 82 orang. Mereka kini berada di KBRI Kiev. Daerah keberadaan WNI lainnya yakni di Kota Odessa sebesar 25 orang, kota Chernihiv 9 orang, di kota Kharkiv 4 orang dan sisanya yang lain masih tersebar di beberapa titik.

Menurut Judha, mayoritas WNI di Ukraina adalah pekerja migran yang bekerja di sektor manufaktur dan juga sektor hospitality. Mereka semuanya dalam kondisi aman dan selamat dan telah berada di titik safe house yang disediakan KBRI Kiev. (NET/AY)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya