SERPONG-Pencipta hymne Tangerang Selatan (Tangsel) Yusi Imam Mahendra mencoba peruntungan di PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS). Dia mengincar kursi komisaris.
Yusi Imam Mahendra telah menjalani serangkaian tahapan seleksi yang dilakukan tim panitia seleksi (Pansel). Termasuk seleksi akhir yakni, tes wawancara pada Kamis (12/8). Pria berkacamata ini diuji Walikota Tangsel Benyamin Davnie dan Wakil Walikota Pilar Saga Ichsan.
“Saya mau menduduki jabatan komisaris, karena berharap di tahun 2024 mau menjabat komisaris BUMN. Terima kasih Pak walikota dan Pak wakil serta tim Pansel yang telah melangsungkan tes wawancara ini,” ujar Imam.
Penggagas gelanggang budaya Kota Tangsel ini berharap siapapun yang akan terpilih nanti pasti mempunyai niatan untuk memajukan BUMD di Kota Tangsel.
Imam menceritakan soal jalannya tes wawancara itu. Menurutnya, pertanyaan yang dilontarkan dari penguji sangat bervariasi. Oleh karena itu masing-masing peserta berbeda-beda ada yang ditanya dengan dua pertanyaan oleh walikota dan wakil walikota. Pertanyaan lebih menitikberatkan kepada motivasi kenapa mau mendaftarkan diri sebagai komisaris.
Sementara, dalam tes wawancara peserta tidak membawa atau menyiapkan materi khusus. Karena ini lebih kepada wawancara santai. Kendati demikian ia menilai pertanyaan walikota dan wakil walikota cukup bermutu semua yang dilontarkan.
“Motivasi saya memang pengabdian bagi Kota Tangsel. Sebelumnya saya pernah menggagas pembangunan gelanggang budaya, menciptakan hymne Tangsel dan cukup banyak rasanya kegiatan kreatif yang saya gelar di Kota Tangsel,” terang pria yang pernah nyaleg dari Partai Golkar di Pileg 2019 lalu ini.
Imam memandang semua peserta seleksi ini merupakan sahabat. Tidak ada yang dianggap sebagai pesaing, karena yakin seluruh peserta memiliki niatan yang baik ingin memajukan PT PITS.
“Saya rasa kita berlima atau 10 orang tidak menjadi pesiang. Karena niatannya sama. Untuk memajukan BUMD Kota Tangsel. Semuanya rasanya optimis,” tutupnya. (din)
















Komentar