oleh

Kasus Covid-19 Terus Menurun, Apakah Indonesia Tiba di Ujung Gelombang Ketiga?

JAKARTA – Melihat grafik kasus infeksi Covid-19 harian yang dipublikasikan Satgas Penanganan Covid-19 melalui website-nya, ada angka penurunan kasus yang terjadi sangat signifikan.

Gelombang ketiga infeksi corona di Indonesia mulai terjadi pada bulan Januari 2022. Ketika itu, kasus infeksi harian yang sejak Oktober 2021 selalu berada di kisaran puluhan hingga ratusan kasus saja, perlahan mulai meningkat sedikit demi sedikit.

Pada 15 Januari 2022, kasus yang terkonfirmasi tercatat 1.054 kasus, lima hari kemudian jumlahnya sudah meningkat menjadi 2.116.

Demikian, kasus infeksi ini terus menunjukkan tren meningkat hingga puncaknya pada 16 Februari 2022 kasus infeksi harian di Indonesia ada di angka 64.718.

Jumlah ini bahkan lebih tinggi dari puncak-puncak gelombang sebelumnya, yakni gelombang pertama puncaknya di 14.518 kasus dan gelombang kedua di 56.757 kasus.

Mengalami penurunan
Kembali ke gelombang ketiga, setelah mencapai titik puncak infeksi di pertengahan Februari itu, kasus-kasus infeksi mulai menunjukkan kecenderungan menurun, meskipun lajunya fluktuatif.

Penurunan kasus infeksi harian terjadi secara perlahan, dari level 60 ribu, menjadi 50 ribu, 40 ribu, 30 ribu, terus menurun hingga menginjak 4 digit. Bahkan sejak 14 April ini kasus infeksi harian stabil di kisaran 3 digit.

Tercatat pada 14 April kasus ada di angka 833 kasus, 15 April 922 kasus, dan Sabtu (16/4/2022) 602 kasus.

Kondisi yang terjadi saat ini sudah seperti kondisi sebelum gelombang ketiga terjadi.

Penurunan ini tidak hanya terlihat pada kasus infeksi, namun juga kasus kematian harian.

Pada gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia, puncak kasus kematian harian terekam terjadi pada 8 Maret 2022 dengan 401 kematian dalam sehari.

Angka kematian pada gelombang ketiga ini jauh di bawah angka kematian gelombang kedua yang puncaknya mencapai 2.069 kasus fatalitas Covid-19 dalam satu hari.

Untuk saat ini, angka kematian di Indonesia masih ada di angka 20-40 kasus per hari, kurang lebih sama dengan angka kematian di awal gelombang ketiga.

Beberapa bulan sebelum gelombang ketiga muncul, tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia bisa ditekan hingga cukup rendah, yakni hanya 1 digit kasus dalam satu hari.

Bahkan, suatu hari angka kematian secara nasional hanya 1 kasus saja, yakni pada 28 November 2021 dan 2 Januari 2022.

Kini, di tengah situasi pandemi yang sudah membaik, pemerintah mulai melonggarkan berbagai aturan atau pembatasan aktivitas.

Kegiatan mudik Lebaran yang dua tahun sebelumnya dilarang pun kini sudah diperbolehkan untuk dilakukan di mana masyarakat yang sudah menerima vaksin dosis ketiga atau dosis penguat diizinkan melenggang begitu saja tanpa perlu melakukan skrining Covid-19 dalam bentuk PCR ataupun antigen.

Tanggapan satgas
Menurut Alexander Ginting, Kepala Bidang Penanganan Kesehatan, Satgas Penanganan Covid-19, mulai Maret sampai April memang telah terjadi penurunan kasus yang signifikan.

“Terjadi penurunan kasus yang signifikan, baik kasus baru, kasus aktif dan positivity rate, kendati jumlah testing pelacakan kontak ikut juga menurun yang seyogyanya tidak demikian jika kita merujuk ke Inmendagri yang mengatur pelaksanaan PPKM,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (17/4/2022).

Alexander Ginting mengatakan bahwa tim pelacakan kontak tak boleh surut dalam tugasnya untuk melakukan surveilans di masyarakat khususnya menjelang libur Lebaran ini agar pengendalian kasus bisa dikerjakan optimal.

Mengenai pertanyaan apakah kita sudah berada di ujung gelombang ketiga, Alexander Ginting menyatakan belum tahu pasti.

“Karena lonjakan bisa saja terjadi mengingat virus mutasi baru tetap ada, dan adanya mobilisasi massa yang masif dari satu daerah ke daerah lainnya,” pungkasnya. (NET/AY)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya