oleh

Tausiah Politik Keutamaan Bulan Ramadan (2)

BINTARO – Pasukan Salahuddinal -Ayyubi menghalau pasukan Salib dan merebut Kota Surya, Ramadan 584 H.

Pasukan Salib dihalau dan dikalahkan di Baibars, Ramadan 675 H. Beberapa negara Islam memperoleh kemerdekaan dari penjajah dalam bulan Ramadan, termasuk Negara Republik Indonesia, memproklamirkan kemerdekaannya dalam bulan Ramadan, bertepatan dengan 17 Agustus 1945.

Sejumlah pusat kerajaan lokal di kepulauan Nusantara menyerah kepada sistem pemerintahan yang bercorak Islam (Sulthan), termasuk di antaranya Kerajaan Bone Sulawesi Selatan, kerajaan terakhir di kawasan Timur Indonesia menyerah ke pemerintahan baru bercorak yang Islam.

Mungkin masih banyak peristiwa lain yang terjadi di bulam Ramadan yang tidak sempat tercatat dalam sejarah. Peristiwa demi peristiwa menakjubkan itu sulit, untuk mengatakan peristiwa kebetulan, karena terlalu banyak peristiwa penting terjadi di dalamnya.

Tentu peristiwa sedemikian itu bukan hanya terjadi di masa lampau, tapi juga akan terjadi pada diri kita, terutama yang meyakini puasa sebagai bagian dari rahmat dan hidayah Allah SWT.

Rasulullah SAW sendiri menunjukkan banyak hikmah di balik puasa, termasuk di antaranya memelihara kesehatan, sebagaimana dalam hadisnya: Shumu tashihhun (berpuasalah kalian supaya sehat).

Para dokter juga melihat kebenaran pernyataan Rasulullah tersebut. Setiap bulan Ramadan, rata-rata rumah sakit dan klinik sepi dari pasien.

Ini membuktikan bahwa setiap perintah Tuhan pasti mempunyai hikmah positif bagi manusia. Tidak mungkin Allah SWT menurunkan suatu kewajiban di luar ambang batas kemampuan hambanya. Ramadan betul-betul bulan ajaib. (AY)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya