PAMULANG, Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali memperpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi tingkat Paud, TK, SD, maupun SMP, terhitung sejak Senin (21/2/2022) ini.
Perpanjangan masa pemberlakuan PJJ bagi sekolah di Tangsel ini, sementara akan dilakukan dalam waktu sepekan ke depan, hingga Jumat (25/2/2022).
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menuturkan bahwa perpanjangan dilakukan, karena kondisi penularan Covid-19 di wilayahnya masih mengkhawatirkan.
Hingga saat ini, perkembangan kasus masih menunjukkan tren peningkatan yang cukup tinggi.
“PJJ masih kita evaluasi untuk satu minggu ke depan, kita lihat dulu,” ujar Benyamin di wilayah Pamulang, Tangsel.
Benyamin menuturkan, jika dalam sepekan ini kondisi perkembangan kasus Covid-19 mereda, tak menutup kemungkinan baginya untuk kembali menerapkan sistem pembelajaran tatap muka (PTM).
“Kalau situasi, kalau angkanya rendah kita bisa tatap muka terbatas,” imbuhnya.
Kendati demikian, ia tak mau gegabah untuk mengambil keputusan ini. Menurutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus memikirkannya matang-matang.
Meski, kasus penularan Covid-19 di lingkungan sekolah perlahan kini mulai reda.
“Memang sempat 330. Tapi sekarang sudah turun kok. Cuman kan kita bukan hanya melihat sekolahnya saja, paparan terjadi juga di lingkungan dan menjemput yang terjadi kerumunan,” terangnya.
Lebih lanjut, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Haris Jaya Prawira menjelaskan, perpanjangan masa PJJ ini diputuskan berdasarkan hasil evaluasi.
“Evaluasi bersama pihak terkait, terutama Dinas Kesehatan Satgas Covid-19, kemudian perwakilan sekolah, Dewan Pendidikan dan Pengawas itu kita libatkan semua dalam mengambil keputusan. Terutama hasil rekomendasi dinas kesehatan dsn satgas Covid-19,” terangnya.
Hasil PJJ ini, kata Haris, akan terus dievaluasi. Hingga kondisi dapat membaik dan PTM terbatas segera dilakukan kembali.
“Ya semua kemungkinan itu ada, jelas tatap muka adalah harapan bersama. Tentu dengan memperhatikan saran rekomendasi, teknis dari pihak berwenang. Mudah-mudahan kasus ini cepat melandai, maka kita buka PTMT lagi nanti. Itu tergantung hasil evaluasi lagi ya nanti,” jelas Haris.
Atas kondisi tersebut, ia berharap agar kasus penularan Covid-19 di wilayah cepat mereda.
“Agar sekolah bisa dilakukan bertahap, PTM terbatas dulu, lalu PTM. Tentu untuk sekolah tetap menjaga prokes. Prokes harus dilaksanakan dengan penuh disiplin. Harapan semua pasti ingin tatap muka, tapi keselamatan anak-anak lebih utama,” pungkasnya. (SH)
















Komentar